Apa Itu Labelling dan Dampaknya Terhadap Perkembangan Siswa

Apa itu labelling dan dampaknya
Tidak sedikit kejadian di sekolah-sekolah atau guru-guru yang tidak sengaja telah memberi label kepada anak-anak didik mereka.   Apa yang dimaksud dengan Labelling? Labelling adalah suatu tindakan penyimpangan yang disebabkan oleh pemberian cap/label dari masyarakat kepada seseorang yang kemudian cenderung akan melanjutkan penyimpangan tersebut.   Faktor – faktor yang biasanya mempengaruhi labelling yang dilakukan oleh guru di sekolah adalah:
  1. Siswa yang memiliki nilai prestasi belajar yang rendah
  2. Siswa yang memiliki permasalahan perilaku.
Dampak positif dari labelling: Untuk menentukan diagnosis atau penanganan permasalahan selanjutnya   Dampak negatif dari labelling: Labelilng di sekolah akan membentuk Teacher Expectation Guru akan memiliki reaksi yang berlebihan terhadap anak yang diberi label. Labelling juga akan memicu perilaku bullying dan membuat siswa tersebut terisolasi  
Apa itu labelling dan dampaknya

Apa itu labelling dan dampaknya

Akibat dari ekspektasi guru yang salah:
  • Adanya pemisahan kelompok kelas antara siswa yang kurang pandai dan yang berprestasi, misalnya anak yang kurang pandai ditempatkan duduk di meja paling depan

    Hal ini menyebabkan siswa yang lain tidak memahami alasan guru mengatur tempat duduk sehingga menimbulkan pemikiran guru yang mengesankan bahwa siswa tersebut kurang mampu dibandingkan siswa yang lain
  • Guru selalu memberikan pertanyaan kepada siswa yang kurang pandai karena memiliki pandangan bahwa anak yang pintar pasti bisa menjawab

    Hal ini menyebabkan siswa yang sering diberikan pertanyaan adalah siswa yang memiliki kemampuan akademis yang kurang
  • Adanya perbedaan interaksi, misalnya guru lebih banyak tersenyum kepada anak yang pandai tetapi sering berekspresi marah kepada anak yang bermasalah

    Hal ini menyebabkan guru lebih banyak memberikan bantuan dan mentoleransi kesalahan siswa yang pandai dibandingkan siswa yang bermasalah
  • Guru di kelas lebih senang dengan penampilan anak yang pintar dan selalu memberikan pujian terhadap jawaban yang disampaikan sedangkan kepada anak-anak yang kurang selalu mengkritisi jawaban yang kurang tepat dan sedikit sekali memberikan pujian

    Hal ini menyebabkan ketidak konsistenan dalam pemberian penguatan kepada siswa karena saat menjawab salah selalu dikritik dan pada saat menjawab benar terkadang tidak mendapat pujian.
  Karena itu sebagai guru maupun oangtua, jangan sampai kita memberikan suatu label kepada anak atau anak didik kita. Setiap anak memiliki keunikan dan kelebihan yang berbeda-beda, kenali tiap karakter anak-anak kita, dan tingkatkan potensi yang mereka miliki supaya dapat berkembang secara maksimal