Category: Articles

SUPER DAD | Peran Ayah Dalam Perkembangan Anak
SUPER DAD | Peran Ayah Dalam Perkembangan Anak
“Bagi sebagian anak, ayah adalah seorang pahlawan.” Saat ini seringkali kita temui paradigma dalam masyarakat bahwa tugas ayah hanya mencari nafkah, tugas ibu mengurus rumah tangga dan anak. Namun paradigma ini adalah paradigma yang salah karena anak bukan hanya menjadi urusan ibu, ayah pun memiliki tanggung jawab dalam proses pengasuhan anak. Kontribusi apakah yang bisa diberikan oleh ayah dalam proses parenting? Dalam perkembangan kecerdasan anak, ayah memiliki keterlibatan yang besar. Keterlibatan ayah dalam mengasuh dan mendidik anak menyebabkan anak memiliki kemampuan kognitif yang lebih tinggi dan mampu memecahkan masalah secara lebih baik. Anak pun lebih senang bersekolah dan sedikit mengalami masalah perilaku di kelas. Selain itu, dalam perkembangan sosioemosional anak, keterlibatan ayah akan memberikan pengaruh positif kepada anak. Anak akan mampu beradaptasi dengan situasi baru, mampu memecahkan masalah, memiliki inisiatif yang baik, dapat mengontrol diri, dan lebih sedikit menunjukkan impulsivitas. Anak akan memiliki rasa aman, meningkatnya kepercayaan diri, kompetensi sosial dan keterampilan sosial, serta perlindungan psikologis terhadap ketidakmampuan menyesuaikan diri ketika anak menjalani masa remaja.
Peran Ayah Dalam Perkembangan Anak

Peran Ayah Dalam Perkembangan Anak

Melihat pentingnya peran ayah di atas, maka peran ayah tidak dapat dihilangkan dalam proses mengasuh anak. Anak yang tidak memiliki figur ayah biasanya akan mengalami beberapa problem dalam perkembangannya, contohnya permasalahan dalam belajar, gangguan emosional, bahkan dapat terlibat dalam kenakalan remaja seperti perkelahian, free sex, dan narkoba. Hal apakah yang dapat seorang ayah lakukan bagi anaknya? Salah satu hal dasar yang dapat dilakukan ayah kepada anaknya adalah dengan berkomunikasi. Komunikasi hendaknya merupakan komunikasi dua arah antara ayah kepada anak dan anak kepada ayah. Komunikasi yang baik antara ayah-anak akan meningkatkan kedekatan hubungan antara keduanya. Hal kedua yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan aktivitas dan minat bersama-sama. Contoh aktivitas yang dapat dilakukan bersama yaitu berolahraga, bermain, belajar bersama, dan lain-lain. Selain itu, ayah juga perlu untuk melakukan monitoring dalam perkembangan anak baik dalam hal akademis maupun sosial. Ayah sebagai kepala keluarga juga memiliki peran penting sebagai pemimpin dalam kerohanian keluarga. Keterlibatan ayah akan memberikan pengaruh positif bagi perkembangan spiritual anak. “Actions speak louder than words.” Anak-anak tidak akan selalu mendengarkan orangtuanya, tetapi mereka akan selalu meniru apa yang dilakukan orangtuanya. Seorang anak yang bertumbuh dalam keluarga yang suka memukul lebih mungkin untuk menggunakan cara kekerasan untuk menangani konflik ketika mereka dewasa kelak. Anak juga dapat memiliki citra diri yang buruk yakni pribadi yang lemah karena kekerasan yang ada dalam keluarga. Orangtua yang memiliki kecanduan gadget dan jarang bercengkrama dengan anggota keluarga akan menyebabkan kerenggangan hubungan antara ayah, ibu, dan anak. Anak bisa tertular kecanduan gadget karena meniru orangtuanya. Anak menjadi kurang perhatian, mudah kehilangan fokus, dan tidak mampu berbicara dengan baik. Selain itu dampak radiasi beresiko terhadap kesehatan anak karena sistem kekebalan tubuh dan otak sedang dalam masa pertumbuhan.
Meniru Ayah

Meniru Ayah

Seorang ahli berpendapat bahwa kehidupan anak-anak sangat banyak dibentuk lewat perkataan-perkataan orangtua mereka dan perkataan siapapun yang mengasihi mereka. Seorang ayah dapat memenuhi hati anaknya dengan semangat untuk meraih pendidikan dan suatu posisi dalam kehidupan, atau dia bisa dengan kata-kata, menghancurkan semangat yang terbaik yang seharusnya didapatkan di rumah. Membandingkan anak dengan anak lain, menegur anak dengan cara yang salah, melarang atau membentak anak meski berniat melindungi anak dari hal yang berbahaya, hingga hinaan, makian, maupun celaan memberikan dampak negatif pada anak. Anak akan kehilangan kepercayaan diri karena sering disalahkan atau dimarahi. Anak menjadi rendah diri dan malu untuk bersosialisasi dengan lingkungannya. Kekerasan verbal membuat anak menjadi murung atau depresi sehingga memunculkan gangguan tidur dan makan. Dalam hal akademik, dapat mempengaruhi prestasi sekolah maupun luar sekolah anak. Karena jarang dipuji, anak tidak semangat dalam hal apapun termasuk bidang akademik. Anak akan kehilangan kreativitas karena merasa apa yang dilakukan salah sehingga anak enggan melakukan hal baru. Muncul perasaan tidak berdaya pada anak yang membuat anak mudah menyerah. Ayah adalah panutan bagi anaknya. Setiap ayah harus menyadari bahwa suatu hari nanti anak akan mengikuti contoh perilaku mereka. Jadilah figur ayah yang dibutuhkan oleh anak!
Menciptakan Komunikasi Yang Efektif di Kelas
Menciptakan Komunikasi Yang Efektif di Kelas
Beberapa kasus permasalahan yang sering terjadi di kelas adalah seringkali siswa kurang mampu memahami materi yang disampaikan oleh guru. Hal ini membuat guru seringkali emosi dan mengatakan hal yang negatif pada siswa.

Ada beberapa strategi yang dapat dilakukan oleh seorang guru untuk berbicara secara jelas terhadap murid antara lain:

  • Menggunakan tata bahasa dengan benar
  • Memilih kosakata yang mudah dipahami dan tepat bagi level grade murid.
  • Menerapkan strategi untuk meningkatkan kemampuan murid dalam memahami apa yang dikatakan oleh guru, seperti menekankan pada kata – kata kunci, mengulang penjelasan atau memantau pemahaman murid.
  • Berbicara dengan tempo yang tepat, tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat.
  • Tidak menyampaikan hal – hal yang kabur.
  • Menggunakan perencanaan dan pemikiran logis sebagai dasar untuk berbicara secara jelas di kelas

Dalam menyampaikan materi di kelas, ada beberapa gaya komunikasi guru, antara lain:

Gaya Agresif Guru yang menggunakan gaya agresif cenderung “galak” kepada murid dan suka marah-marah Gaya Manipulatif Guru yang manipulative, berusaha mendapatkan apa yang diinginkan misalnya dengan menakut-nakuti tidak naik kelas Gaya Pasif Guru yang mengunakan gaya pasif bersikap tidak tegas dan pasrah Gaya Asertif Guru dengan gaya asertif mengekspresikan perasaannya, meminta apa yang diinginkan, dan berkata “tidak” untuk apa yang tidak mereka inginkan Mereka memperjuangkan hak mereka yang sah, dan mengekspresikan pandangannya secara terbuka. Gaya Asertif merupakan gaya komunikasi yang cukup efektif dalam mengajar siswa di kelas

Kesalahan komunikasi yang sering terjadi di kelas :

menciptakan komunikasih yang efektif di kelas

menciptakan komunikasih yang efektif di kelas

Suka mengkritik “Salah mu sendiri gak bisa, kamu gak mau belajar di rumah” Sebaiknya guru membantu murid untuk mengevaluasi kenapa mereka mendapatkan nilai buruk dan menyimpulkannya Memberi label pada anak Sebaiknya guru tidak melakukan hal tersebut karena hal ini akan merendahkan siswa. Dampak yang mungkin akan terjadi adalah murid-murid yang lain akan meniru perkataan guru pada siswa tersebut Mengintimidasi “Kalau kamu tidak mau mengerjakan tugas kamu, akan saya kembalikan ke TK” Sebaiknya guru memberikan motivasi yang positif supaya anak mau mengerjakan tugas. karena cara ini akan menaikkan rasa bersalah dan kegelisahan murid Membandingkan “Lihat temenmu lo bisa, masak kamu kalah” Membandingkan siswa dapat menurunkan kepercayaan diri anak
Apa Itu Labelling dan Dampaknya Terhadap Perkembangan Siswa
Apa Itu Labelling dan Dampaknya Terhadap Perkembangan Siswa
Tidak sedikit kejadian di sekolah-sekolah atau guru-guru yang tidak sengaja telah memberi label kepada anak-anak didik mereka.   Apa yang dimaksud dengan Labelling? Labelling adalah suatu tindakan penyimpangan yang disebabkan oleh pemberian cap/label dari masyarakat kepada seseorang yang kemudian cenderung akan melanjutkan penyimpangan tersebut.   Faktor – faktor yang biasanya mempengaruhi labelling yang dilakukan oleh guru di sekolah adalah:
  1. Siswa yang memiliki nilai prestasi belajar yang rendah
  2. Siswa yang memiliki permasalahan perilaku.
Dampak positif dari labelling: Untuk menentukan diagnosis atau penanganan permasalahan selanjutnya   Dampak negatif dari labelling: Labelilng di sekolah akan membentuk Teacher Expectation Guru akan memiliki reaksi yang berlebihan terhadap anak yang diberi label. Labelling juga akan memicu perilaku bullying dan membuat siswa tersebut terisolasi  
Apa itu labelling dan dampaknya

Apa itu labelling dan dampaknya

Akibat dari ekspektasi guru yang salah:
  • Adanya pemisahan kelompok kelas antara siswa yang kurang pandai dan yang berprestasi, misalnya anak yang kurang pandai ditempatkan duduk di meja paling depan

    Hal ini menyebabkan siswa yang lain tidak memahami alasan guru mengatur tempat duduk sehingga menimbulkan pemikiran guru yang mengesankan bahwa siswa tersebut kurang mampu dibandingkan siswa yang lain
  • Guru selalu memberikan pertanyaan kepada siswa yang kurang pandai karena memiliki pandangan bahwa anak yang pintar pasti bisa menjawab

    Hal ini menyebabkan siswa yang sering diberikan pertanyaan adalah siswa yang memiliki kemampuan akademis yang kurang
  • Adanya perbedaan interaksi, misalnya guru lebih banyak tersenyum kepada anak yang pandai tetapi sering berekspresi marah kepada anak yang bermasalah

    Hal ini menyebabkan guru lebih banyak memberikan bantuan dan mentoleransi kesalahan siswa yang pandai dibandingkan siswa yang bermasalah
  • Guru di kelas lebih senang dengan penampilan anak yang pintar dan selalu memberikan pujian terhadap jawaban yang disampaikan sedangkan kepada anak-anak yang kurang selalu mengkritisi jawaban yang kurang tepat dan sedikit sekali memberikan pujian

    Hal ini menyebabkan ketidak konsistenan dalam pemberian penguatan kepada siswa karena saat menjawab salah selalu dikritik dan pada saat menjawab benar terkadang tidak mendapat pujian.
  Karena itu sebagai guru maupun oangtua, jangan sampai kita memberikan suatu label kepada anak atau anak didik kita. Setiap anak memiliki keunikan dan kelebihan yang berbeda-beda, kenali tiap karakter anak-anak kita, dan tingkatkan potensi yang mereka miliki supaya dapat berkembang secara maksimal
Ragam Sifat Anak dan Penanganannya
Ragam Sifat Anak dan Penanganannya

Dalam mendidik seorang anak, sangatlah penting bagi kita sebagai orang tua maupun pembimbing anak untuk mengenali ragam sifat dan karakter anak-anak. Anak memiliki beragam sifat yang berbeda-beda yang dibawa dari masing-masing anak. Jika kita sebagai orang tua tidak mengembangkan secara tepat, sifat yang dibawa oleh si anak akan menjadi sifat yang negatif.

(more…)
Bahaya Memarahi Anak
Bahaya Memarahi Anak

Tahukah anda, mendidik anak dengan memarahi yang disertai bentakan dan pelototan dapat membuat bermilyar-milyar sel otak pecah dan rusak? Jika anda belum mengetahui hal ini, teruslah membaca. Ada salah satu contoh nyata dari bahayanya memarahi anak dengan membentak yang terjadi pada seorang Neuroscientist di Chicago Medical School, bernama Lise Eliot,Ph.D. Dia menulis sebuh buku berjudul What's Going On In There? How The Brain and Mind Develop in The First Five Years of Life, dalam tulisannya Lise Eliot memberitahukan sebuah fakta yang sulit untuk dicerna dan membuat orang-orang terkejut.

(more…)