WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!
Hi, how can I help?

Tips Membangun Kepercayaan Anak

Menjaga kepercayaan seseorang tidaklah gampang. Jika hancur, maka akan susah untuk mengembalikan kepercayaan dari awal. Mungkin orangtua juga pernah mengalami hal ini kepada anak sehingga buah hati merasa tidak percaya kepada kedua orangtuanya.
Berikut adalah cara untuk membangun kembali kepercayaan anak kepada orangtua:

1. Tidak langsung menghakimi


Pada dasarnya anak memiliki keadaan emosi yang kurang stabil di masa kecil hingga remaja. Sehingga anak terkadang tidak memikirkan konsekuensinya setelah melakukan sesuatu. Sangat memungkinkan jika anak terkadang menyalahkan orang lain atau bahkan bisa dirinya sendiri jika melakukan sebuah kesalahan. Mungkin saat itu anak tidak ingin membuat Anda sebagai orangtua menjadi sedih namun mungkin ia hanya ingin mencoba hal baru dan merasakan yang namanya kesenangan di masa remaja. Oleh sebab itu Anda bisa menanyakan alasan anak berbuat hal tersebut dan jangan sampai kemarahan Anda meluap serta akhirnya tidak mau mendengarkan hati anak.
2. Memahami hati anak


Untuk membangun kepercayaan seorang anak, Anda harus perlu memahami apa yang dimaksud oleh anak. Sekalipun mungkin Anda kecewa dengan yang dilakukan oleh anak, namun ia memiliki perasaan yang ingin didengarkan. Dengan belajar memahami hati anak, maka anak akan belajar mengintropeksi dirinya dan tidak menganggap orangtuanya adalah musuhnya.
3. Mengendalikan amarah Anda
Apa yang dilakukan oleh orangtua pasti akan ditiru oleh anak. Jika Anda menghadapi anak yang melakukan masalah, maka ia akan menyelesaikan masalah dengan cara yang sama. Jangan menggunakan emosi terlebih dahulu untuk menghadapi anak. Berikan kesempatan kepada anak untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
4. Kesempatan memperbaiki
Sekalipun orangtua kecewa dengan tindakan anak, namun Anda harus percaya bahwa anak dapat berubah dan memperbaiki menjadi lebih baik kembali. Anda dapat membimbing dan memberinya nasehat untuk tidak mengulang kesalahan yang sama. Anda juga dapat menjelaskan konsekuensi yang didapat anak jika melakukan kesalahan tersebut. Anda juga dapat berbicara secara jujur apa yang membuat kalian sedih atau marah dengan baik-baik dari pada menyembunyikan.