WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!
Hi, how can I help?

Category: Articles

Menjaga Kesehatan Mental Dan Fisik Anak Di Saat Pandemi

Masalah kesehatan mental ataupun fisik tidak hanya dialami oleh orang dewasa saja, anak-anak juga dapat mengalami hal tersebut. Bahkan permasalahan kesehatan yang dihadapi anak-anak bisa menjadi lebih harus diperhatikan, ditambah dengan situasi lingkungan yang masih belum aman oleh karena pandemi. Salah satu faktor penyebabnya karena orang dewasa pada umumnya lebih bisa mengatur ataupun mengontrol diri dalam keadaan seperti sekarang ini. Faktor lainnya ialah beberapa aktivitas anak yang pada umumnya dapat dikatakan lebih butuh kebebasan, seperti halnya kegiatan belajar kini mau tidak mau berlangsung di rumah.

Hal ini membuat anak-anak tentu merasa bosan yang bertambah-tambah hari demi harinya. Dimana seharusnya kebutuhan anak akan bermain dan bertemu sapa dengan teman seusianya terpenuhi, namun kini sementara waktu harus terhenti. Hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan meluangkan waktu dengan anak sebagai orang tua ataupun wali anak. Selain meningkatkan hubungan antara orang tua/wali anak dengan anak, hal ini juga dapat mengatasi rasa bosan ataupun rasa jenuh anak oleh karena pandemi. Selain meluangkan waktu dengan anak, hal lain yang dapat dilakukan adalah dapat dengan mengunjungi saudara yang usianya kurang lebih sama dengan anak. Sebab interaksi antar anak yang seumuran tetap dibutuhkan sebagai pengganti anak-anak yang tidak bisa bertemu dengan teman-temannya di sekolah. Dua solusi ini disampaikan karena lebih baik meluangkan waktu dengan mereka secara langsung dibandingkan bertatap muka secara virtual (online).

Setelah mengetahui cara menjaga kesehatan mental anak, tak kalah penting juga sebagai orang dewasa perlu mengetahui kesehatan fisik sang anak. Terlebih lagi di situasi pandemi sekarang ini dimana kesehatan akan lebih diperhatikan. Ketika mengetahui bagaimana cara menjaga kesehatan mental anak dengan meluangkan waktu bersama, baik dengan orang tua/walia anak ataupun anak yang seumuran. Semua itu tak lepas juga dari yang namanya protokol kesehatan ataupun memperhatikan keadaan sang buah hati. Berikut hal-hal yang dapat diperhatikan untuk membantu menjaga kesehatan anak.

  1. Mencuci tangan

Membersihkan tangan sesering mungkin menggunakan sabun dan air.

2. Hindari orang yang sedang sakit (batuk, demam, ataupun bersin)

Jelaskan ke anak dengan pemahaman ringan untuk menghindari orang yang sedang sakit, meski hanya terlihat seperti sakit ringan.

3. Bersihkan setiap permukaan rumah

Bersihkan dan disinfeksi setiap permukaan yang sering disentuh setiap hari di area rumah.

4. Mencuci barang-barang anak

Mencuci barang anak termasuk mainan anak, tentunya sesuai dengan instruksi dari pabrik mainan tersebut. Jika memungkinkan, mencuci barang-barang dengan menggunakan pengaturan air yang paling hangat dan dikeringkan sepenuhnya.

5. Memakai masker wajah

Anak berusia 2 tahun ke atas perlu mengenakan masker wajah yang menutupi bagian hidung dan mulut mereka saat pergi ke luar rumah.

 

Dari cara yang telah disampaikan, sebagai orang dewasa perlu disadari betul perhatian yang perlu diberikan ke anak, terlebih di masa pandemi ini. Melalui cara ini juga, selain menjaga anak-anak, hal ini juga dapat menekan angka penyebaran Covid-19. Sehingga mempercepat situasi lingkungan yang lebih baik.

 

Sisi Positif Gadget Untuk Keterampilan Sosial Pada Anak

Gadget adalah barang yang sangat gampang ditemukan dimana-mana di era modern seperti ini dan anak-anak pun sedari kecil kerap mendapatkan gadget dari orangtua mereka yang terkadang sibuk bekerja. Beberapa orangtua menganggap gadget menjadi hambatan bagi anak untuk bersosial. Namun ada penelitian baru yang mengatakan bahwa gadget sebenarnya tidak menghambat keterampilan sosial anak.

Di dalam penelitiannya dikatakan bahwa anak-anak di tahun 2010 secara umum memiliki skor keterampilan yang lebih sedikit dari pada anak di tahun 1998. Ketrampilan sosial mereka pun bertahan hingga lima tahun saat bersekolah dan hasilnya lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang tidak terlalu sering menggunakan gadget.

Akan tetapi gadget tidak disarankan untuk balita. Orangtua yang sering membiarkan anaknya yang berumur lima tahun menggunakan gadget akan membuat anak akan kehilangan resiko pemusatan perhatian dan itu dapat membuat gangguan yang lebih parah seperti autisme dikarenakan anak tidak akan terlalu sering berinteraksi dengan kedua orangtuanya.

Manfaat lain dari gadget untuk anak adalah anak akan mendapatkan informasi dan dapat digunakan sebagai pengetahuan tambahan saat anak belajar. Namun anak-anak berisiko kecanduan bermain gadget dan hal tersebut dapat menurunkan kualitas tidur serta kesehatan anak. Anak yang memiliki waktu tidur lebih sedikit dari pada anak lain bisa jadi akan menjadi lebih mudah untuk marah, perasaan cemas berlebih serta susah mengontrol perbuatannya. Apabila perasaan hatinya kurang baik, pastinya hal tersebut akan berdampak dengan aktivitas kesehariannya.

 

Dampak sinar biru pada gadget juga dapat membuat siklus tidur tidak teratur. Hal-hal inilah yang dilupakan oleh orangtua dan jika hal ini tidak dikontrol oleh orangtua, maka anak akan mendapatkan dampak negaitfnya dari pada positifnya. Anda sebagai orangtua dapat memberikan gadget kepada anak jika anak cukup usia dan Anda bisa membatasi penggunaan gadget kepada anak dan tidak disarankan untuk memberi gadget kepada anak sebelum tidur. Dengan membatasi waktu dari penggunaan gadget, anak Anda akan mendapatkan manfaat positif dan terhindar dari dampak negative dari sebuah gadget.

Badan ideal di umur 6 hingga 9 tahun

Umur 6-9 tahun adalah umur yang dimana setiap orangtua wajib memperhatikan gizi anak. Nutrisi yang baik dapat membantu pertumbuhan si kecil agar memiliki tinggi yang ideal di umur 6 hingga 9 tahun. Ada banyak hal yang mempengaruhi pertumbuhan si kecil, faktor penyebabnya bisa dikarenakan keturunan, penyakit dan nutrisi yang ada.

Berat badan dan tinggi badan di usia 6 tahun yang ideal adalah 21 kg dengan tinggi 115 cm. Anda dapat mengecak partumbuhan anak dengan tujuan apakah si kecil memiliki berat dan tinggi yang ideal. Pertumbuhan anak diharapkan stabil dan Anda memberikan asupan gixi yang bagus untuk tubuhnya.

Berat dan tinggi anak di usia 17 tahun berkisar 23 kg dengan tinggi 123 cm. Sedangkan di usia 8 tahun, anak memiliki berat 26 kg. Memasuki usia ke 9 adalah usia dimana anak-anak seharusnya memiliki berat di antara 26-29 kg dan tinggi kurang lebih 133 cm. Namun tidak semua anak memiliki tinggi dan berat sesuai angka ini dan nutrisi anak juga memungkinkan dalam keadaan yang baik.

Usia setelah 9 tahun maka anak akan menghadapi yang namanya masa pubertas. Nutrisi ini perlu didapatkan oleh anak dan berikut tips agar anak memiliki badan yang ideal dan baik untuk tubuh:

Hal ini menyebabkan, banyak nutrisi yang harus dipenuhi anak sebagai persiapan menjelang masa pubertasnya.

  1. Makanan yang sehat dan bergizi sangat penting seperti memberik makan tempe, tahu, telur. sayur, susu dan buah-buahan
  2. Porsi yang sehat bukan porsi yang besar
  3. Memberi camilan yang sehat untuk anak
  4. Membuat bekal untuk dimakan disekolah agar anak mendapatkan gizi yang baik dan terjamin kebersihannya
  5. Olahraga ringan dengan anak

Tetapi jika anak Anda mengalami masalah kesusahan makan maka segera cari info untuk mengetahui penyebab, anda dapat menghubungi ahli gizi untuk tindak lebih lanjut. Jika rutin juga untuk mengukur dan melihat berat serta tinggi anak maka kita dapat memantau untuk tubuh yang ideal. Anda dapat juga mengkonsultasikan ke dokter anak apabila ingin tahu apakah ada masalah dalam perkembangan tubuhnya.

Mengenal Metode Pembelajaran Montessori Untuk Anak

Montessori adalah metode pembelajaran yang mulai dikenal dari seseorang bernama Maria Montessori. Metode pembelajaran ini ditemukan sekitar 100 tahun lalu dan dianggap metodenya memiliki cara cukup yang berbeda dari metode-metode pembelajaran lainnya. Maria Montessori merupakan pelajar dari sekolah kedokteran di tahun 1869 dan menjadi dokter wanita di Italia.  Dikarenakan pekerjaan ini maka beliau sering bertemu dengan anak kecil dan sejak itulah Montessori ingin masuk ke dalam dunia pendidikan dan mengembangkan metode pembelajaran ini. Metode pembelajaran ini membuat anak memiliki perkembangan dengan membuat anak bergerak aktif dan menyerap pelajaran yang ada di sekitarnya. Metode ini juga membantu anak belajar untuk mengoreksi diri dan membuat anak sadar bahwa ia harus segera memperbaikinya tanpa guru harus memberitahukan dimana letak kesalahannya.

 

Metode ini sebenarnya hampir sama dengan metode pembelajaran biasanya namun yang menjadi pembedanya adalah mereka lebih diajarkan mandiri dan membuat anak untuk mengerti semua hal. Metode ini membuat  anak-anak akan belajar kebiasaan mereka setiap hari dan dengan metode ini akan disediakan berbagai macam permainan yang mendidik anak-anak. Walau terlihat sebagai metode yang bebas dan tidak memiliki aturan, namun sebenarnya metode ini mempunyai tujuan dan anak bisa memilih sesuai dengan yang ia suka serta sesuai dengan usianya.

Metode ini secara tidak langsung membuat anak-anak memiliki keinginan belajar yang tinggi dikarenakan perasaan ingin tahu yang tinggi dan membuat anak dapat bereksplorasi untuk menemukan apa yang mereka inginkan. Namun tetap saja aka nada aturan dalam metode ini dimana mereka harus menggunakan peralatan di kelas dengan teratur, boleh berbicara saat kelas selama tidak menggangu teman lainnya. Metode ini bisa Anda terapkan di rumah dan diharapkan anak dapat menikmati metode ini. Anda juga dapat bertanya kepada para ahli dalam metode pembelajaran ini agar ketika mengajari anak dengan metode ini, Anda pun dapat tepat sasaran, menghasilkan anak yang memiliki kualitas yang baik, memiliki keinginan yang tinggi dan menjadi pribadi yang mandiri.

Rekomendasi Game Edukasi Untuk Anak Di Masa Pandemi

Bagi orang tua yang bingung untuk mengajak anak mengisi waktu luang, Anda dapat memberikan beberapa permainan untuk membantu anak belajar serta bermain

  1. Game tebak kata

Game tebak kata adalah game sederhana yang dapat menjadi pilihan game edukasi untuk anak. Anda dapat memilih beberapa kata dan Anda dapat memperagakan kata tersebut, lalu biarkan anak menjawab. Jika anak berhasil menebak, Anda dapat bergantian dengan anak untuk memperagakan dan menebak kata. Game ini dapat membuat anak tidak stress untuk belajar dan dapat mengurangi stress dalam dirinya. Permainan ini dapat dilakukan saat offline maupun online dan dapat membantu anak-anak untuk menambah kosakata.

  1. Game membaca jam

Game yang kedua adalah game edukasi yang sangat cocok bagi anak SD. Permainan ini digunakan untuk membantu anak-anak bisa berhitung dan memahami waktu. Anda dapat menyediakan lima gambar jam dengan waktu yang berbeda atau Anda dapat menuliskan angka jam dan minta anak Anda untuk menggambar jam yang sesuai dengan waktu yang Anda tulis.

 

  1. Game Menyelesaikan Masalah

Game edukasi tidak hanya sekedar belajar mata pelajaran di sekolah, tetapi anak dapat bermain game yang memiliki tujuan untuk memecahkan masalah. Contoh game edukasi yang menceritakan tentang tokoh yang terjebak dalam masalah dan anak Anda dapat belajar memberi jawaban atau cara untuk menyelesaikan game tersebut. Game edukasi ini dapat membuat anak mandiri dalam memecahkan masalah dan punya banyak hal positif lainnya dan membuat anak Anda untuk tidak kecanduan bermain gadget.

 

  1. Game mengubah kosakata bahasa Indonesia menjadi bahasa Inggris

Salah satu game yang dapat dimainkan oleh banyak orang dan berbagai tingkatan adalah permainan yang mengubah kosakata bahasa Indonesia menjadi bahasa Inggris. Anda bisa membuat beberapa kata atau cerita sendiri untuk memulai permainan. Permainan ini sangat bagus untuk anak karena dapat mengajari anak berbahasa Inggris serta dapat berimajinasi ketika membuat cerita. Hal positif lainnya adalah dapat melatih anak untuk memahami kosakata baru dalam bahasa Inggris.