WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!
Hi, how can I help?

Category: Articles

Mengajarkan Sopan Santun Kepada Anak

Setiap orangtua pasti ingin anaknya menjadi anak yang dikenal sopan dan ramah. Namun untuk melatih anak menjadi anak yang sopan, orangtua wajib mengajarkan anak mulai menjaga perilaku dengan mendidiknya sedari kecil agar anak menjadikan hal ini sebagai kebiasaan.Berikut beberapa cara agar anak tumbuh menjadi pribadi yang sopan :

  1. Mengajarkan kata sopan dari kecil

Begitu anak diajarkan berbicara,orangtua dapat mengajarkan anak ucapan dasar yang diperlukan untuk membiasakan anak untuk sopan dari kecil seperti kata “tolong”, “permisi”, “maaf”, dan “terima kasih”. Empat kata ini adalah dasar kata sopan yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

 

  1. Menjadi teladan bagi anak

Anak anak akan belajar dari orang-orang di sekitarnya, dan orangtua memiliki peran penting di dalamnya. Semakin sering orangtua memberikan contoh maka akan baik hasil yang di dapatkan.

 

  1. Mengoreksi sesuai tempatnya

Cara mengoreksi anak bisa dilakukan langsung ketika anak berbuat salah di saat itu juga, namun jika Anda memiliki anak yang sensitif, Anda dapat mengajak anak untuk ke tempat yang lebih sepi untuk dapat berbicara berdua dengan anak.

 

  1. Mengoreksi dengan benar dan baik

Mengoreksi dengan benar adalah bagian terpenting ketika orangtua mengajarkan sopan santun pada anak. Pilihlah cara dan penggunaan kata yang tepat agar memiliki pengaruh besar pada respon dan perilaku anak.

 

 

  1. Mengajarkan sopan santun dengan kegiatan yang menyenangkan bagi si kecil

Anak lebih mudah mengajarkan sopan santun dengan kegiatan yang menyenangkan. Orangtua dapat meminta anak untuk membeli makanan dan memperhatikan cara anak berinteraksi dengan pedagang. Dengan mengajarkan sopan santun bersamaan dengan kegiatan yang menyenangkan, hal ini dapat membantu anak mengingat pelajaran sopan santun ketika ia membeli makanan

Seluruh kegiatan yang diajarkan mungkin akan membutuhkan waktu yang lama dan kesabaran yang tinggi, tetapi hasil dari ini akan setara dengan usaha setiap orangtua kepada anaknya. Berkomitmenlah dalam mengajar sopan santun kepada si kecil dan dalam beberapa waktu Anda akan mendapatkan hasilnya.

 

 

Melawan Pelaku Bullying Di Sekolah

Tidak semua anak mengambil pendidikan di homeschooling. Di sekolah yang umum, anak kita akan bertemu bermacam-macam karakter anak, entah anak yang baik atau buruk. Jika anak kita bertemu dengan orang-orang yang memang suka membully, sebagai orangtua kita harus memberi nasehat untuk melawan pembully-pembully di sekolah.

Contoh bentuk bully biasanya seperti mempermalukan orang di depan umum, mengitimidasi dan sebagainya. Akibatnya anak yang menjadi korban bully akan mengalami stress,kepercayaan diri yang menghilang bahkan dapat membuat anak dapat depresi.

Jika anak anda menjadi korban bullying,segera berikan ajaran agar anak anda belajar menggertak dan melawan para pelaku bullying sekolah. Berikut adalah cara agar anak anda dapat melawan para pelaku bullying dan mengelola stress karena perilaku bullying.

  1. Ajari anak untuk tidak menyalahkan diri sendiri

Ketika anak mengalami bullying, ajak anak berbicara dan tingkatkan kepercayaan diri anak apabila anak merasa bahwa dirinya tidak berguna, atau tidak berarti di dalam sebuah kelompok di sekolah. Ajak anak untuk memiliki pola pikir yang benar agar anak tidak mengalami tekanan bahkan depresi.

  1. Tidak membiarkan pelaku bullying membuat anak marah

Pada dasarnya pelaku bullying menyukai korban yang membalas dan berhasil membuat korbannya marah. Berikan pengertian kepada anak apabila anak adalah korbannya agar ia tidak perlu marah,cukup hadapi dengan tenang

  1. Melawan dengan sehat

Ada banyak sekali anak yang merespon bullying dengan negatif seperti contoh makan yang berlebihan, menyakiti diri anak sendiri dan sebagainya. Melarikan diri dari kenyataan mungkin memang respon yang masuk akal namun jangan sampai anak melawannya dengan tindakan yang negatif, hadapi bullying dengan cara yang tepat seperti olahraga, menghabiskan waktu dengan keluarga, mendengarkan musik yang membawa gembira ataupun meditasi.

  1. Jangan menggunakan mediasi

Banyak anak yang menjadi korban akan memberitahu guru atau kepala sekolah bahwa ada bullying di sekolah. Para guru akan menawarkan mediasi sebagai solusi atas kasus ini. Sebenarnya mediasi bukan solusi yang efektif karena sangat jarang pelaku bullying benar-benar berhenti untuk melakukan bullying di luar sepengetahuan guru. Orangtua dapat membantu anak dengan meminta guru memindahkan pelaku bullying ke kelas yang berbeda atau memberikan sanksi yang tegas. Namun orangtua juga harus paham betul jika hal yang dialami anak adalah benar-benar kasus bullying.

Cerdas pilah film kartun anak

Film kartun adalah film yang menjadi tontonan favorit bagi anak-anak. Namun sebagai orangtua yang baik setiap film kartun anak harus dipilah agar film yang ditonton itu baik untuk perkembangan anak. Tidak semua film kartun bermakna dan pantas untuk dilihat oleh si kecil. Lalu seperti apa kartun yang cocok untuk ditonton oleh si kecil. Berikut adalah kriteria film kartun yang cocok ditonton

  1. Pilih sesuai usia anak

 

Di setiap film kartun pastinya akan diberi nasehat kepada penontonnya bahwa ada kategori usia yang boleh melihatnya.

  • SU (Semua Umur)
  • P (anak usia 2-6 tahun)
  • A (anak usia 7-12 tahun)

Dengan mengetahui kategori usia, maka orangtua dapat memilah kartun yang tepat buat anak.

  1. Menghindari film kartun yang memiliki konten kekerasan

Orangtua dilarang memberikan izin menonton film kartun yang memiliki konten tentang penindasan, adanya kekerasan fisik, kata-kata kasar, dan pertengkaran. Apabila si kecil melihat konten ini, maka anak akan belajar untuk melakukannya atau dapat mempraktekkannya di luar pengawasan orangtua.

  1. Menghindari film kartun yang memiliki konten SARA

Jangan memberi izin kepada si kecil untuk menonton film yang memiliki konten SARA yang membeda-bedakan suku, agama, dan ras. Film kartun yang mengandung SARA memiliki sifat yang membeda-bedakan, mencemooh, dan menyerang. Jika anak menonton film kartun sejenis ini anak akan susah untuk berempati pada kehidupannya di masa depan.

  1. Tidak ada konten dewasa

Dalam beberapa film kartun anak ada beberapa tampilan yang menunjukkan hal yang berbau dewasa dan tidak layak untuk ditonton untuk usia anak-anak. Film kartun yang seperti ini sangat buruk untuk perkembangan otak si kecil yang masih belajar akan banyak hal dan ini akan membentuk karakternya di masa depan.

  1. Menonton sambil belajar

Orangtua yang memahami kebutuhan anaknya dimana anak membutuhkan hiburan dan pembelajaran sekaligus dapat memilih film kartun yang memiliki pembelajaran di dalamnya. Dengan bermain dan belajar maka anak dapat memiliki tambahwan wawasan lebih lagi. Akan lebih baik lagi jika di dalam filmnya terdapat perbuatan moral yang mengajarkan anak bersosialisasi dengan teman sepantaran.

Mengajarkan Anak Mengelola Uang

Mengajarkan kepada anak tentang uang haruslah berhati-hati. Setiap orang tua harus memberikan arahan kepada anak tentang mengelola uang dengan baik dan dari mana uang berasal.

Berikut adalah cara mengajarkan untuk mengelola uang :

  1. Membantu si kecil menyusun rencana tabungan, Anda sebagai orangtua dapat menanyakan kepada si kecil apa yang dia inginkan, lalu ajarilah untuk menyimpan sisa uangnya untuk membeli barang yang si kecil inginkan. Pastinya, kegiatan ini akan membuat si kecil paham pentingnya penghematan dan mengelola uang.

 

2. Jangan memanjakan dan menuruti semua permintaan anak

 Mengajarkan kepada si kecil untuk bersyukur akan segala yang dipunya termasuk uang adalah pilihan yang tepat. Belajar bersyukur akan membuat si kecil belajar menjadi orang yang menghargai diri sendiri dan orang lain.

 

  1. Mengajari anak bahwa uang tidak mudah didapat

Setiap orangtua harus memberikan pelajaran kepada anak-anaknya bahwa mendapatkan uang tidaklah mudah. Ada contoh sederhana yang dapat Anda terapkan di dunia si kecil agar mengerti bahwa uang susah di dapat yaitu melakukan pekerjaan rumah atau memberi tugas.

  1. Memberikan contoh

Sebagai teladan bagi sang anak, Anda harus memberikan contoh dalam menabung serta mengelola uang dengan baik. Ini akan sangat berguna dan anak Anda akan menirunya. Sederhananya, anak Anda akan belajar membelanjakan uang sesuai kebutuhan.

  1. Mencatat setiap pengeluaran yang ada

Mengajarkan untuk mencatat setiap pengeluaran yang dilakukan oleh anak-anak  dan mulai mengatur keuangan yang ada. Dengan mencatat pengeluaran yang ada maka anak juga akan belajar menahan keinginan yang terkadang tidak sesuai dengan kebutuhan anak.

 

  1. Mendiskusikan kembali pilihan

Orangtua dapat mengajarkan bagaimana cara menggunakan uang untuk kebutuhan maupun keinginan. Anak akan memulai berpikir dan belajar untuk memahami pengeluaran dan mengikuti saran dari orangtua mereka.

 

Itulah cara-cara untuk mengajarkan si kecil agar menghargai uang lebih  baik sejak dini. Sederhananya jika anak sudah mengetahui nilai uang dari kecil maka anak akan belajar merespon dan melakukan tindakan tersebut.

Mendidik Anak Tentang Kesederhanaan

Memiliki gaya hidup yang sederhana akan membentuk hidup menjadi lebih bermakna dan nyaman. Tidak diperlukan pemikiran yang bersusah-susah dalam memiliki sesuatu dan menerima segalanya dengan apa adanya. Kehidupan sederhana haruslah diterapkan kepada anak agar anak maupun orangtua, jasmani dan rohani menjadi lebih sehat.  Hidup sederhana memang cukup susah dilaksanakan karena melihat setiap keluarga mempunyai tolak ukur dalam mengatikan sebuah kehidupan berumah tangga. Akan tetapi yang terpenting dalam memiliki gaya hidup yang sederhana, orangtua dapat memulainya dari diri sendiri dan anaknya. Berikan sebuah tindakan dan teladan yang nyata agar dapat mengajak anak untuk hidup sederhana.

Berikut adalah tindakan nyata untuk mendidik anak tentang sebuah kesederhanaan :

  1. Menabung

“Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit”, pepatah ini sering dikatakan turun temurun kepada setiap kita. Menyisikan uang dari yang di dapat dan tidak menggunakan dengan berlebihan harus diterapkan kepada anak sejak dini. Orangtua dapat membelikan celengan kepada anak agar anak belajar menabung uang. Hal ini dapat membantu pola pikir anak untuk tidak menggunakan uangnya secara berlebihan maupun menggunakan uangnya untuk sesuatu yang sia-sia. Dengan mengajari untuk menabung, orangtua telah mengajarkan kepada anak untuk mementingkan keperluan di masa depan

2. Menggunakan atau membeli benda secara bijaksan

Membiasakan anak untuk membeli atau menggunakan barang secara bijaksana. Ambil contoh seperti tidak membelikan baju secara berlebihan dan menggunakan barang-barang yang sudah dibeli. Orangtua harus mendidik anak agar mengerti mana yang menjadi kebutuhan dengan keinginan. 

3. Memiliki alternatif  lain

Semisal yang awalnya ingin makanan yang menggunakan daging sapi, orangtua dapat menggantinya dengan daging ayam untuk memberikan pengajaran tentang makanan sederhana. 

Memiliki gaya hidup yang sederhana itu bersifat relatif. Menemukan tolak ukur kesederhanaan yang sesuai dengan hidup masing masing itu tidak gampang, begitu juga dengan penerapannya. Setiap keluarga memiliki gaya dan cara sendiri untuk diterapkan. Tetapi dengan demikian jika anak sudah di nasehati dari kecil untuk hidup sederhana maka anak akan memiliki sikap serta perilaku yang tidak sampai berlebihan dan bersikap apa adanya.