WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!
Hi, how can I help?

Category: Articles

Mengembangkan Rasa Syukur Dalam Diri Anak

Bersyukur adalah rasa terima kasih untuk kita panjatkan kepada Tuhan akan segala kehidupan yang di lalio dan rasakan. Dengan belajar mengucap syukur, hidup akan menjadi lebih bahagia. Orangtua yang mengajarkan bagaimana menikmati hidup dan bersyukur kepada anak akan membuat anak menjadi pribadi yang jauh lebih bahagia. Berikut beberapa tips untuk membangun rasa syukur pada anak:

  1. Menyadari hal yang dapat disyukuri

Ketika seorang anak dapat menyadari hal yang dapat disyukuri bahkan hal kecil sekalipun, anak akan jauh merasa bahagia dan merasa cukup dengan yang di miliki.

 

2.Jangan memanjakan anak berlebihan

Setiap orangtua pasti ingin memberi yang terbaik kepada anak, tetapi jangan sampai selalu memberikan apa yang diminta oleh anak. Hal ini justru akan membuat anak akan terus meminta dan kurang merasakan yang namanya bersyukur. Cara agar menumbuhkan rasa syukur akan lebih baik jika Anda tidak memanjakan anak. Buatlah daftar kapan terakhir Anda membelikan mainan dan Anda dapat menanyakan apakah anak benar-benar membutuhkannya.

 

3.Mengajarkan berbagi

Cara paling efektif untuk mengajarkan anak menjadi l

 

ebih sering bersyukur adalah mengajarkan anak untuk berbagi. Contoh hal yang bisa dilakukan adalah membawa makanan atau barang ke panti asuhan atau panti jompo. Anda sebagai orangtua juga dapat . Anda juga dapat ikut meluangkan waktu untuk bisa ikut dalam kegiatan relawan dan mengajak anak untuk lebih bersyukur dengaan keadaan dan kehidupan yang mereka miliki.

 

4.Mengucapkan terima kasih

Kata terima kasih adalah kalimat sederhana yang dapat membuat anak mengerti bahwa kalimat tersebut arti dari rasa syukur. Anda dapat mencoba mendorong si kecil untuk mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang membantu mereka. Selain itu orangtua yang sebagai teladan anak harus memberikan contoh di waktu yang tepat, apabila Anda memberikan contoh maka anak akan menirunya..

Mengajarkan anak bersyukur terlihat mudah namun akan susah jika setiap orangtua menyerah mengajari anak untuk mengembangkan rasa syukurnya. Anda bisa mengajari anak-anak dari hari ke hari di dalam kehidupan sehari-hari.

Anak Mengidolakan Artis, Perlukah Orangtua Khawatir?

Setiap anak pasti mempunyai orang yang menjadi inspirasinya atau idolanya. Mungkin sebagian orangtua menjadi ingat akan masa lalu bahwa mereka pun juga pernah mengalaminya. Namun orangtua pun juga haruslah ingat bahwa tidak semua artis memiliki karakter yang baik, tidak semua artis memiliki prestasi yang baik. Orangtua pun harus melihat anak untuk memiliki batasan dalam mengidolakan artis.

Sikap anak yang mengidolakan artis adalah hal yang sangat wajar. Dengan memiliki sosok yang dikagumi, anak sedang mencoba untuk meningkatkan kemandirian secara psikologi dan emosi anak saat ini. Sebagai orangtua, Anda tidak perlu cemas jika anak mengidolakan seseorang dan berikan pengertian kepada setiap anak. Cara untuk menasehati anak ketika mengidolakan seseorang adalah mengajak anak berbicara jika obsesinya sudah berlebihan

 

Dalam kasus anak yang parah, menyukai artis dapat menjadi obsesi yang dapat mengganggu kehidupan anak dari sosial maupun sekolah. Ini disebabkan karena anak fokus pada kehidupan sosok artis yang diidolakan daripada dirinya sendiri.

Jika kekaguman anak sudah sampai mengisolasi kehidupan anak sendiri, orangtua harus memberikan nasehat kepada anak, jangan sampai anak suka menghamburkan uang, malas sekolah, dan mengubah penampilan agar menjadi mirip artis yang dia kagumi.

Celebrity Worship Syndrome adalah kondisi dimana anak mempunyai rasa cemas,stress, dan bahkan depresi jika tidak mendapat kabar terbaru dari artis yang diidolakannya. Langkah awal untuk menasehati anak adalah mengetahui siapakah yang dikagumi oleh anak. Jika Anda sudah mengetahui siapa artis yang diidolakan, Anda dapat mengamati perilaku dari artis dan memberikan batasan boleh dan tidak boleh kepada anak dalam mengagumi artis itu.

Seperti contoh, anak dapat mengagumi prestasi yang telah digapai oleh artis tersebut, sehingga anak juga termotivasi mengikuti sikap positif dari si artis. Jika artis yang dikagumi memiliki sikap negative,nasehatilah anak agar tidak boleh mencontoh dengan alasan yang logis dan tidak menghakimi artis tersebut. Nasehati agar tidak mengikuti kehidupan artis secara berlebihan,karena anak memiliki kehidupan pribadi yang jauh lebih penting untuk masa depannya.

Mencegah Penyakit Datang Dan Menjaga Kesehatan Si Kecil

Bakteri, virus, dan mikroba lain banyak menyerang kesehatan manusia termasuk anak-anak kita. Si kecil yang memiliki daya tahan tubuh yang belum terlalu kuat seperti orang dewasa mudah terkena penyakit. Ada beberapa cara yang dapat orangtua lakukan untuk mencegah penyakit berdatangan:

  1. Melakukan dan jadwalkan imunisasi

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berkata bahwa setiap tahun, imunisasi dapat menyelamatkan 2-3 miliar anak. Hal ini disebabkan setiap tahunnya anak dapat meninggal karena terinfeksi. Ada beberapa imunisasi yang harus dilakukan untuk anak dari balita hingga beranjak SD. Jadwalkan imunisasi untuk anak dari balita agar anak mendapatkan pencegahan penyakit sejak dini.

  1. Melakukan kebiasaan mencuci tangan

Jika kita mempunyai kebiasaan mencuci tangan, maka anak kita akan meniru kebiasaan baik dari orangtuanya. Hal yang mungkin dipandang sepele sebenarnya penting untuk mencegah anak terkena penyakit. Berdasarkan hasil penelitian Center for Disease Control and Prevention dikatakan bahwa dengan membiasakan mencuci tangan, 1 dari 3 anak terlindung dari diare dan 1 dari 5 anak terlindungi dari penyakit saluran nafas. Anda dapat mengajari anak dengan mencuci tangan sebelum makan dan tidur

  1. Tidak makan makanan yang terjatuh ke lantai

Walau ada orang yang berkata apabila makanan yang jatuh telah penuh dengan bakteri, tetap banyak orang yang memakannya. Sebuah penelitian berkata bahwa makanan yang jatuh walau hanya beberapa detik saja akan

  1. Tidak menggigit kuku

Kuku yang kotor adalah sarang penyakit bagi semua orang. Anak sangat mudah terserang penyakit jika anak memiliki kebiasaan menggigit kuku. Bakteri yang menempel pada kuku anak dapat menyebabkan munculnya infeksi gangguan pencernaan. Jadi Anda harus membiasakan anak memotong kuku dan menjaga kebersihannya dengan mencuci tangan.

  1. Menyediakan makanan dan minuman yang bersih untuk anak

Makanan dan minuman yang bersih sangatlah penting bagi anak. Makanan yang terkontaminasi dapat menyebabkan anak menjadi sakit. Orangtua dapat mengolah makanan sendiri dari pada membeli di luar demi terjaminnya kebersihan dan kesehatan anak.

Mengajarkan Sopan Santun Kepada Anak

Setiap orangtua pasti ingin anaknya menjadi anak yang dikenal sopan dan ramah. Namun untuk melatih anak menjadi anak yang sopan, orangtua wajib mengajarkan anak mulai menjaga perilaku dengan mendidiknya sedari kecil agar anak menjadikan hal ini sebagai kebiasaan.Berikut beberapa cara agar anak tumbuh menjadi pribadi yang sopan :

  1. Mengajarkan kata sopan dari kecil

Begitu anak diajarkan berbicara,orangtua dapat mengajarkan anak ucapan dasar yang diperlukan untuk membiasakan anak untuk sopan dari kecil seperti kata “tolong”, “permisi”, “maaf”, dan “terima kasih”. Empat kata ini adalah dasar kata sopan yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

 

  1. Menjadi teladan bagi anak

Anak anak akan belajar dari orang-orang di sekitarnya, dan orangtua memiliki peran penting di dalamnya. Semakin sering orangtua memberikan contoh maka akan baik hasil yang di dapatkan.

 

  1. Mengoreksi sesuai tempatnya

Cara mengoreksi anak bisa dilakukan langsung ketika anak berbuat salah di saat itu juga, namun jika Anda memiliki anak yang sensitif, Anda dapat mengajak anak untuk ke tempat yang lebih sepi untuk dapat berbicara berdua dengan anak.

 

  1. Mengoreksi dengan benar dan baik

Mengoreksi dengan benar adalah bagian terpenting ketika orangtua mengajarkan sopan santun pada anak. Pilihlah cara dan penggunaan kata yang tepat agar memiliki pengaruh besar pada respon dan perilaku anak.

 

 

  1. Mengajarkan sopan santun dengan kegiatan yang menyenangkan bagi si kecil

Anak lebih mudah mengajarkan sopan santun dengan kegiatan yang menyenangkan. Orangtua dapat meminta anak untuk membeli makanan dan memperhatikan cara anak berinteraksi dengan pedagang. Dengan mengajarkan sopan santun bersamaan dengan kegiatan yang menyenangkan, hal ini dapat membantu anak mengingat pelajaran sopan santun ketika ia membeli makanan

Seluruh kegiatan yang diajarkan mungkin akan membutuhkan waktu yang lama dan kesabaran yang tinggi, tetapi hasil dari ini akan setara dengan usaha setiap orangtua kepada anaknya. Berkomitmenlah dalam mengajar sopan santun kepada si kecil dan dalam beberapa waktu Anda akan mendapatkan hasilnya.

 

 

Melawan Pelaku Bullying Di Sekolah

Tidak semua anak mengambil pendidikan di homeschooling. Di sekolah yang umum, anak kita akan bertemu bermacam-macam karakter anak, entah anak yang baik atau buruk. Jika anak kita bertemu dengan orang-orang yang memang suka membully, sebagai orangtua kita harus memberi nasehat untuk melawan pembully-pembully di sekolah.

Contoh bentuk bully biasanya seperti mempermalukan orang di depan umum, mengitimidasi dan sebagainya. Akibatnya anak yang menjadi korban bully akan mengalami stress,kepercayaan diri yang menghilang bahkan dapat membuat anak dapat depresi.

Jika anak anda menjadi korban bullying,segera berikan ajaran agar anak anda belajar menggertak dan melawan para pelaku bullying sekolah. Berikut adalah cara agar anak anda dapat melawan para pelaku bullying dan mengelola stress karena perilaku bullying.

  1. Ajari anak untuk tidak menyalahkan diri sendiri

Ketika anak mengalami bullying, ajak anak berbicara dan tingkatkan kepercayaan diri anak apabila anak merasa bahwa dirinya tidak berguna, atau tidak berarti di dalam sebuah kelompok di sekolah. Ajak anak untuk memiliki pola pikir yang benar agar anak tidak mengalami tekanan bahkan depresi.

  1. Tidak membiarkan pelaku bullying membuat anak marah

Pada dasarnya pelaku bullying menyukai korban yang membalas dan berhasil membuat korbannya marah. Berikan pengertian kepada anak apabila anak adalah korbannya agar ia tidak perlu marah,cukup hadapi dengan tenang

  1. Melawan dengan sehat

Ada banyak sekali anak yang merespon bullying dengan negatif seperti contoh makan yang berlebihan, menyakiti diri anak sendiri dan sebagainya. Melarikan diri dari kenyataan mungkin memang respon yang masuk akal namun jangan sampai anak melawannya dengan tindakan yang negatif, hadapi bullying dengan cara yang tepat seperti olahraga, menghabiskan waktu dengan keluarga, mendengarkan musik yang membawa gembira ataupun meditasi.

  1. Jangan menggunakan mediasi

Banyak anak yang menjadi korban akan memberitahu guru atau kepala sekolah bahwa ada bullying di sekolah. Para guru akan menawarkan mediasi sebagai solusi atas kasus ini. Sebenarnya mediasi bukan solusi yang efektif karena sangat jarang pelaku bullying benar-benar berhenti untuk melakukan bullying di luar sepengetahuan guru. Orangtua dapat membantu anak dengan meminta guru memindahkan pelaku bullying ke kelas yang berbeda atau memberikan sanksi yang tegas. Namun orangtua juga harus paham betul jika hal yang dialami anak adalah benar-benar kasus bullying.