WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!
Hi, how can I help?

Category: Articles

Mengajarkan Anak Mengelola Emosi

Memberikan arahan untuk mengontrol emosi anak memang tidaklah mudah namun bukan berarti tidak bisa. Dari sejak dini orangtua sudah harus mengajarkan betapa pentingnya seseorang mengontrol sebuah emosi. Hal ini memiliki tujuan seperti ini agar anak mampu mengambil sebuah tindakan dengan keadaan yang benar.

Jika sebuah emosi dapat dikontrol, maka anak dapat menahan ledakan kemarahan atau kesedihan yang berlebihan. Emosi yang berlebihan tidak baik untuk kesehatan mental pada anak karena menyebabkan stress, munculnya berbagai penyakit dan kemungkinan terburuk adalah keinginan untuk bunuh diri.

Berikut beberapa tips untuk membantu anak mengelola emosi :

  1. Menerapkan batasan emosi, Setiap manusia sangatlah wajar jika mengalami emosi atau sedih tapi jangan sampai emosi mengontrol kehidupan setiap manusia
  2. Mengajarkan cara menenangkan diri, Jika seorang anak mengalami emosi yang tidak terkontrol jangan langsung memarahi anak, Tetapi mencoba ajarkan setiap anak untuk mengambil nafas agar lebih teratur.
  3. Memberikan contoh kepada anak, jika seorang anak diminta agar menuruti apa kata orangtua, Akan lebih baik lagi jika orangtua memberikan contoh dalam mengontrol emosi. Sebab seorang anak akan mengikuti teladan orangtua yang sering bersama dengan mereka
  4. Mengalihkan dengan hal yang positif atau kegiatan kesukaan anak. Dengan kegiatan yang menyenangkan dan menenangkan anak, maka anak dapat melupakan luapan emosi yang ada. Hal ini dapat membantu anak untuk meredakan emosinya.
  5. Memberi pelukan kepada anak. Sebuah study mengatakan bahwa dengan memberikan pelukan maka akan memproduksi hormon endorfin. Hormon endorfin mempunyai fungsi menghilangkan ketegangan dan tekanan darah. Jika anak dipeluk hingga delapan kali dalam sehari, maka orangtua dapat menyalurkan energi  kepada anak. 

Dengan dapat mengelola emosi anak, maka kesehatan anak juga terjaga, mengubah pola pemikiran yang negatif menjadi positif, serta dapat mengajari anak untuk dapat melihat situasi dan keadaan orang lain(apabila anak mengalami emosi berlebihan akibat orang lain). Dengan memancarkan energi dan emosi yang positif, anak akan menjadi pribadi yang lebih baik dan pastinya akan mempengaruhi masa depan anak dalam menghadapi setiap pilihan maupun tantangan.

Pentingnya Anak Bahagia Sejak Dini Guna Mendukung Perkembangan Anak

Menginginkan anak bahagia sudah pasti menjadi tujuan dan keinginan setiap orangtua. Dengan mendukung anak agar bahagia sejak kecil, perkembangan si kecil pun dapat bertumbuh menjadi lebih baik. Berikut beberapa alasan mengapa para orangtua harus mementingkan kebahagiaan anak sejak dini :

  1. Anak menjadi aktif dan tidak pemalu, disebabkan karena anak mendapatkan lingkungan yang baik dan tidak mengalami tekanan ketika berbicara maupun bermain

2. Anak yang bahagia akan menjadi anak yang sukses dalam akademik serta karier. Ketika anak mendapatkan dukungan dan semangat, maka anak dapat memiliki kesadaran diri,kemampuan sosial,dan kemampuan mandiri

3. Anak memiliki gambar diri yang baik. Ketika gambar diri anak baik maka tidak akan ada yang namanya perasaan tertuduh, perasaan minder, dan perasaan lainnya.

 

Pakar psikologi anak Elizabeth Santosa mengatakan saat anak-anak merasakan kebahagiaan dari mereka kecil maka anak-anak akan membawa sebuah pengaruh positif terhadap perkembangan karakter,sifat,proses belajar dan bersosialisasi.  Berikut adalah beberapa cara untuk mengasuh anak agar menjadi anak yang bahagia :

  1. Mengajari anak untuk mengerti yang namanya kesederhanaan. Sederhana adalah hal yang wajar dan tidak berlebihan, dan cocok dengan sebuah kebahagiaan. Menggunakan waktu dengan melakukan aktivitas sederhana akan mengajarkan anak untuk mencapai kebahagiaan dengan mudah dan aktivitas sederhana tidak membutuhkan banyak pengeluaran. 
  2. Memiliki kebiasaan atau gaya hidup yang aktif. Dalam pola pengasuhan di Belanda, ketika kecil anak-anak ditanamkan pemikiran bahwa sebuah kebahagiaan datang dari kemampuan untuk aktif dalam bermain dan dapat aktif melakukan kegiatan bahkan di Belanda menghibur diri sendiri jauh lebih untuk tumbuh kembang anak dari pada sebuah materi.
  3. Jadilah orangtua yang bahagia. Saat menjadi orangtua yang memiliki kebahagiaan maka kebahagiaan tersebut dapat ditularkan kepada anak. Anak juga akan mencontoh dengan tindakan yang diberikan orangtua karena anak adalah cermin dari tingkah laku kedua orangtua.  Jadi jangan sampai ketika orangtua stress, semuanya dilampiaskan kepada anak karena anak akan belajar untuk menirunya dan parahnya ketika anak mengalami masalah juga maka ia akan belajar untuk melampiaskan kepada orangtuanya di rumah.
Role Play Sebagai Ajang Pembelajaran Siswa

Role Play atau bermain peran merupakan salah satu cara agar para siswa dapat bermain menggunakan imajinasi mereka dalam memerankan berbagai watak atau peranan berdasarkan pengalaman yang mereka pernah alami. Contohnya ketika mereka melihat orang dewasa melakukan aktivitas atau pekerjaannya, juga dapat melalui pengalaman pribadi mereka sebagai anak ataupun murid di kelas. (more…)

Pentingnya Melatih Anak Berbicara

Keterlambatan dalam berbicara dapat menghambat tumbuh kembang seorang anak. Keterlambatan anak dalam berbicara contohnya di usia yang seharusnya sudah mulai bisa menyampaikan keinginan atau berkomunikasi dengan orang lain, namun anak cenderung diam dan tidak mau berbicara atau hanya dapat mengucapkan beberapa kata saja. Oleh sebab itu orang tua harus memperhatikan perkembangan bicara anak karena peran dari orang tua sangatlah penting. (more…)

Melatih Kemandirian Anak Sejak Dini

Apakah anda mengetahui istilah psikologis dari Peterpan Sindrom dan Cinderella Sindrom? Kedua gejala psikologis ini biasanya  banyak terjadi pada para pria dan wanita dewasa. Peterpan Sindrom merupakan suatu gejala psikologis dimana seorang pria dewasa yang masih memiliki sifat seperti anak-anak, digambarkan seperti tokoh Peterpan yang merupakan sebuah karakter kartun dimana Peterpan menolak untuk dewasa karena tidak mau kehilangan masa kecilnya. Sedangkan Cinderella Sindrom merupakan suatu gejala psikologis yang biasanya dialami oleh wanita dewasa, dimana adanya sebuah ketakutan tersembunyi di dalam dirinya untuk mandiri sehingga selalu bergantung, berharap untuk mendapatkan perlindungan dari seorang pria. (more…)