WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!
Hi, how can I help?

Category: Articles

Cerdas pilah film kartun anak

Film kartun adalah film yang menjadi tontonan favorit bagi anak-anak. Namun sebagai orangtua yang baik setiap film kartun anak harus dipilah agar film yang ditonton itu baik untuk perkembangan anak. Tidak semua film kartun bermakna dan pantas untuk dilihat oleh si kecil. Lalu seperti apa kartun yang cocok untuk ditonton oleh si kecil. Berikut adalah kriteria film kartun yang cocok ditonton

  1. Pilih sesuai usia anak

 

Di setiap film kartun pastinya akan diberi nasehat kepada penontonnya bahwa ada kategori usia yang boleh melihatnya.

  • SU (Semua Umur)
  • P (anak usia 2-6 tahun)
  • A (anak usia 7-12 tahun)

Dengan mengetahui kategori usia, maka orangtua dapat memilah kartun yang tepat buat anak.

  1. Menghindari film kartun yang memiliki konten kekerasan

Orangtua dilarang memberikan izin menonton film kartun yang memiliki konten tentang penindasan, adanya kekerasan fisik, kata-kata kasar, dan pertengkaran. Apabila si kecil melihat konten ini, maka anak akan belajar untuk melakukannya atau dapat mempraktekkannya di luar pengawasan orangtua.

  1. Menghindari film kartun yang memiliki konten SARA

Jangan memberi izin kepada si kecil untuk menonton film yang memiliki konten SARA yang membeda-bedakan suku, agama, dan ras. Film kartun yang mengandung SARA memiliki sifat yang membeda-bedakan, mencemooh, dan menyerang. Jika anak menonton film kartun sejenis ini anak akan susah untuk berempati pada kehidupannya di masa depan.

  1. Tidak ada konten dewasa

Dalam beberapa film kartun anak ada beberapa tampilan yang menunjukkan hal yang berbau dewasa dan tidak layak untuk ditonton untuk usia anak-anak. Film kartun yang seperti ini sangat buruk untuk perkembangan otak si kecil yang masih belajar akan banyak hal dan ini akan membentuk karakternya di masa depan.

  1. Menonton sambil belajar

Orangtua yang memahami kebutuhan anaknya dimana anak membutuhkan hiburan dan pembelajaran sekaligus dapat memilih film kartun yang memiliki pembelajaran di dalamnya. Dengan bermain dan belajar maka anak dapat memiliki tambahwan wawasan lebih lagi. Akan lebih baik lagi jika di dalam filmnya terdapat perbuatan moral yang mengajarkan anak bersosialisasi dengan teman sepantaran.

Mengajarkan Anak Mengelola Uang

Mengajarkan kepada anak tentang uang haruslah berhati-hati. Setiap orang tua harus memberikan arahan kepada anak tentang mengelola uang dengan baik dan dari mana uang berasal.

Berikut adalah cara mengajarkan untuk mengelola uang :

  1. Membantu si kecil menyusun rencana tabungan, Anda sebagai orangtua dapat menanyakan kepada si kecil apa yang dia inginkan, lalu ajarilah untuk menyimpan sisa uangnya untuk membeli barang yang si kecil inginkan. Pastinya, kegiatan ini akan membuat si kecil paham pentingnya penghematan dan mengelola uang.

 

2. Jangan memanjakan dan menuruti semua permintaan anak

 Mengajarkan kepada si kecil untuk bersyukur akan segala yang dipunya termasuk uang adalah pilihan yang tepat. Belajar bersyukur akan membuat si kecil belajar menjadi orang yang menghargai diri sendiri dan orang lain.

 

  1. Mengajari anak bahwa uang tidak mudah didapat

Setiap orangtua harus memberikan pelajaran kepada anak-anaknya bahwa mendapatkan uang tidaklah mudah. Ada contoh sederhana yang dapat Anda terapkan di dunia si kecil agar mengerti bahwa uang susah di dapat yaitu melakukan pekerjaan rumah atau memberi tugas.

  1. Memberikan contoh

Sebagai teladan bagi sang anak, Anda harus memberikan contoh dalam menabung serta mengelola uang dengan baik. Ini akan sangat berguna dan anak Anda akan menirunya. Sederhananya, anak Anda akan belajar membelanjakan uang sesuai kebutuhan.

  1. Mencatat setiap pengeluaran yang ada

Mengajarkan untuk mencatat setiap pengeluaran yang dilakukan oleh anak-anak  dan mulai mengatur keuangan yang ada. Dengan mencatat pengeluaran yang ada maka anak juga akan belajar menahan keinginan yang terkadang tidak sesuai dengan kebutuhan anak.

 

  1. Mendiskusikan kembali pilihan

Orangtua dapat mengajarkan bagaimana cara menggunakan uang untuk kebutuhan maupun keinginan. Anak akan memulai berpikir dan belajar untuk memahami pengeluaran dan mengikuti saran dari orangtua mereka.

 

Itulah cara-cara untuk mengajarkan si kecil agar menghargai uang lebih  baik sejak dini. Sederhananya jika anak sudah mengetahui nilai uang dari kecil maka anak akan belajar merespon dan melakukan tindakan tersebut.

Mendidik Anak Tentang Kesederhanaan

Memiliki gaya hidup yang sederhana akan membentuk hidup menjadi lebih bermakna dan nyaman. Tidak diperlukan pemikiran yang bersusah-susah dalam memiliki sesuatu dan menerima segalanya dengan apa adanya. Kehidupan sederhana haruslah diterapkan kepada anak agar anak maupun orangtua, jasmani dan rohani menjadi lebih sehat.  Hidup sederhana memang cukup susah dilaksanakan karena melihat setiap keluarga mempunyai tolak ukur dalam mengatikan sebuah kehidupan berumah tangga. Akan tetapi yang terpenting dalam memiliki gaya hidup yang sederhana, orangtua dapat memulainya dari diri sendiri dan anaknya. Berikan sebuah tindakan dan teladan yang nyata agar dapat mengajak anak untuk hidup sederhana.

Berikut adalah tindakan nyata untuk mendidik anak tentang sebuah kesederhanaan :

  1. Menabung

“Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit”, pepatah ini sering dikatakan turun temurun kepada setiap kita. Menyisikan uang dari yang di dapat dan tidak menggunakan dengan berlebihan harus diterapkan kepada anak sejak dini. Orangtua dapat membelikan celengan kepada anak agar anak belajar menabung uang. Hal ini dapat membantu pola pikir anak untuk tidak menggunakan uangnya secara berlebihan maupun menggunakan uangnya untuk sesuatu yang sia-sia. Dengan mengajari untuk menabung, orangtua telah mengajarkan kepada anak untuk mementingkan keperluan di masa depan

2. Menggunakan atau membeli benda secara bijaksan

Membiasakan anak untuk membeli atau menggunakan barang secara bijaksana. Ambil contoh seperti tidak membelikan baju secara berlebihan dan menggunakan barang-barang yang sudah dibeli. Orangtua harus mendidik anak agar mengerti mana yang menjadi kebutuhan dengan keinginan. 

3. Memiliki alternatif  lain

Semisal yang awalnya ingin makanan yang menggunakan daging sapi, orangtua dapat menggantinya dengan daging ayam untuk memberikan pengajaran tentang makanan sederhana. 

Memiliki gaya hidup yang sederhana itu bersifat relatif. Menemukan tolak ukur kesederhanaan yang sesuai dengan hidup masing masing itu tidak gampang, begitu juga dengan penerapannya. Setiap keluarga memiliki gaya dan cara sendiri untuk diterapkan. Tetapi dengan demikian jika anak sudah di nasehati dari kecil untuk hidup sederhana maka anak akan memiliki sikap serta perilaku yang tidak sampai berlebihan dan bersikap apa adanya.

Mengajarkan Anak Mengelola Emosi

Memberikan arahan untuk mengontrol emosi anak memang tidaklah mudah namun bukan berarti tidak bisa. Dari sejak dini orangtua sudah harus mengajarkan betapa pentingnya seseorang mengontrol sebuah emosi. Hal ini memiliki tujuan seperti ini agar anak mampu mengambil sebuah tindakan dengan keadaan yang benar.

Jika sebuah emosi dapat dikontrol, maka anak dapat menahan ledakan kemarahan atau kesedihan yang berlebihan. Emosi yang berlebihan tidak baik untuk kesehatan mental pada anak karena menyebabkan stress, munculnya berbagai penyakit dan kemungkinan terburuk adalah keinginan untuk bunuh diri.

Berikut beberapa tips untuk membantu anak mengelola emosi :

  1. Menerapkan batasan emosi, Setiap manusia sangatlah wajar jika mengalami emosi atau sedih tapi jangan sampai emosi mengontrol kehidupan setiap manusia
  2. Mengajarkan cara menenangkan diri, Jika seorang anak mengalami emosi yang tidak terkontrol jangan langsung memarahi anak, Tetapi mencoba ajarkan setiap anak untuk mengambil nafas agar lebih teratur.
  3. Memberikan contoh kepada anak, jika seorang anak diminta agar menuruti apa kata orangtua, Akan lebih baik lagi jika orangtua memberikan contoh dalam mengontrol emosi. Sebab seorang anak akan mengikuti teladan orangtua yang sering bersama dengan mereka
  4. Mengalihkan dengan hal yang positif atau kegiatan kesukaan anak. Dengan kegiatan yang menyenangkan dan menenangkan anak, maka anak dapat melupakan luapan emosi yang ada. Hal ini dapat membantu anak untuk meredakan emosinya.
  5. Memberi pelukan kepada anak. Sebuah study mengatakan bahwa dengan memberikan pelukan maka akan memproduksi hormon endorfin. Hormon endorfin mempunyai fungsi menghilangkan ketegangan dan tekanan darah. Jika anak dipeluk hingga delapan kali dalam sehari, maka orangtua dapat menyalurkan energi  kepada anak. 

Dengan dapat mengelola emosi anak, maka kesehatan anak juga terjaga, mengubah pola pemikiran yang negatif menjadi positif, serta dapat mengajari anak untuk dapat melihat situasi dan keadaan orang lain(apabila anak mengalami emosi berlebihan akibat orang lain). Dengan memancarkan energi dan emosi yang positif, anak akan menjadi pribadi yang lebih baik dan pastinya akan mempengaruhi masa depan anak dalam menghadapi setiap pilihan maupun tantangan.

Pentingnya Anak Bahagia Sejak Dini Guna Mendukung Perkembangan Anak

Menginginkan anak bahagia sudah pasti menjadi tujuan dan keinginan setiap orangtua. Dengan mendukung anak agar bahagia sejak kecil, perkembangan si kecil pun dapat bertumbuh menjadi lebih baik. Berikut beberapa alasan mengapa para orangtua harus mementingkan kebahagiaan anak sejak dini :

  1. Anak menjadi aktif dan tidak pemalu, disebabkan karena anak mendapatkan lingkungan yang baik dan tidak mengalami tekanan ketika berbicara maupun bermain

2. Anak yang bahagia akan menjadi anak yang sukses dalam akademik serta karier. Ketika anak mendapatkan dukungan dan semangat, maka anak dapat memiliki kesadaran diri,kemampuan sosial,dan kemampuan mandiri

3. Anak memiliki gambar diri yang baik. Ketika gambar diri anak baik maka tidak akan ada yang namanya perasaan tertuduh, perasaan minder, dan perasaan lainnya.

 

Pakar psikologi anak Elizabeth Santosa mengatakan saat anak-anak merasakan kebahagiaan dari mereka kecil maka anak-anak akan membawa sebuah pengaruh positif terhadap perkembangan karakter,sifat,proses belajar dan bersosialisasi.  Berikut adalah beberapa cara untuk mengasuh anak agar menjadi anak yang bahagia :

  1. Mengajari anak untuk mengerti yang namanya kesederhanaan. Sederhana adalah hal yang wajar dan tidak berlebihan, dan cocok dengan sebuah kebahagiaan. Menggunakan waktu dengan melakukan aktivitas sederhana akan mengajarkan anak untuk mencapai kebahagiaan dengan mudah dan aktivitas sederhana tidak membutuhkan banyak pengeluaran. 
  2. Memiliki kebiasaan atau gaya hidup yang aktif. Dalam pola pengasuhan di Belanda, ketika kecil anak-anak ditanamkan pemikiran bahwa sebuah kebahagiaan datang dari kemampuan untuk aktif dalam bermain dan dapat aktif melakukan kegiatan bahkan di Belanda menghibur diri sendiri jauh lebih untuk tumbuh kembang anak dari pada sebuah materi.
  3. Jadilah orangtua yang bahagia. Saat menjadi orangtua yang memiliki kebahagiaan maka kebahagiaan tersebut dapat ditularkan kepada anak. Anak juga akan mencontoh dengan tindakan yang diberikan orangtua karena anak adalah cermin dari tingkah laku kedua orangtua.  Jadi jangan sampai ketika orangtua stress, semuanya dilampiaskan kepada anak karena anak akan belajar untuk menirunya dan parahnya ketika anak mengalami masalah juga maka ia akan belajar untuk melampiaskan kepada orangtuanya di rumah.