WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!
Hi, how can I help?

Dampak Orangtua Sering Berbohong Kepada Anak

“Kalau kamu nggak jadi anak baik, nanti bapak satpam datangi kamu” Kalimat seperti ini mungkin akan sering di dengar dari mulut orangtua kepada anaknya. Ucapan yang bohong ini terkadang dilakukan orangtua agar anaknya dapat melakukan apa yang mereka minta. Menurut studi, hal seperti ini dapat membuat anak kelak saat dewasa akan menjadi seorang pembohong. Dalam sebuah riset terdapat 379 orang dewasa Singapura yang diberikan pertanyaan seputar kebiasaan bohong yang pernah diucapkan oleh orangtua mereka pada saat mereka kecil hingga sekarang dan bagaimana cara orangtua mereka dalam menghadapi masalah. Hasil dari riset tersebut adalah banyak peserta yang memiliki orangtua yang suka berbohong cenderung mengucapkan kebohongan di saat dewasa. Peserta juga menunjukkan hasil bahwa mereka mengalami kesulitan dalam menghadapi berbagai tantangan dan cenderung bersikap egois, memanipulasi sesuatu dan sering melakukan kesalahan.

 

Ketika seorang anak mengetahui bahwa kedua orangtua melakukan sebuah kebohongan, kepercayaan pada anak akan hilang dan tidak sepatutnya orangtua berbohong kepada anak karena hal tersebut memberikan contoh yang buruk dan memungkinkan anak melakukan hal yang sama di suatu hari nanti atau bahkan menjadi lebih buruk.

Orangtua harus menerapkan sikap kejujuran kepada anak dan harus dimulai dari diri sendiri. Sebagai orangtua, kita dapat menjelaskan kepada anak tanpa harus berbohong dan sesuaikan dengan kemampuan menangkap anak.

 

Sebuah contoh sebuah nasehat, akan lebih baik jika orangtua mengucapkan, “kalau kamu tidur terlalu malam, besok kamu akan telat ke sekolah” dari pada Anda mengatakan, “kalau kamu tidak segera tidur, nanti monster akan mendatangimu dalam mimpi.”

Berbagai pilihan kata untuk mengatur hal seperti ini dapat dilakukan dan tanpa menimbulkan persepsi lain kepada anak yang bisa menyesatkan. Sebaiknya ucapkan hal jujur karena hal tersebut dapat memberi tahu anak akibat dari sebuah tindakan yang dilakukan. Menerapkan kejujuran juga harus disertai Anda dapat menepati janji. Jika Anda bisa tepati janji kepada anak, tentu anak akan memberikan kepercayaannya pada Anda dan Anda menjadi contoh yang baik bagi anak.