WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!
Hi, how can I help?

Melatih Kemandirian Anak Sejak Dini

Apakah anda mengetahui istilah psikologis dari Peterpan Sindrom dan Cinderella Sindrom? Kedua gejala psikologis ini biasanya  banyak terjadi pada para pria dan wanita dewasa. Peterpan Sindrom merupakan suatu gejala psikologis dimana seorang pria dewasa yang masih memiliki sifat seperti anak-anak, digambarkan seperti tokoh Peterpan yang merupakan sebuah karakter kartun dimana Peterpan menolak untuk dewasa karena tidak mau kehilangan masa kecilnya. Sedangkan Cinderella Sindrom merupakan suatu gejala psikologis yang biasanya dialami oleh wanita dewasa, dimana adanya sebuah ketakutan tersembunyi di dalam dirinya untuk mandiri sehingga selalu bergantung, berharap untuk mendapatkan perlindungan dari seorang pria.

Salah satu ciri Peterpan Sindrom ini adalah pria yang tidak bisa mengambil keputusan, kekanak-kanakan, manja, tidak suka bekerja keras, pemarah, susah berkomitmen, tidak percaya diri, egosentris, dan lainnya. Sedangkan ciri dari Cinderella Sindrom adalah ingin selalu dilindungi, manja, berharap dan bergantung pada orang lain, tidak mandiri, dan lainnya. Gejala ini dapat timbul karena hampir 80 persen dipengaruhi pola didikan dari orang tua yang salah saat anak masih berusia dini. Misalnya orang tua terlalu memanjakan anak, selalu mencampuri setiap keputusan anak sehingga anak tidak bisa memutuskan sendiri, tidak pernah menegur dan mendidik anak saat melakukan kesalahan.

Oleh sebab itu sangat penting agar orang tua mulai melatih anak-anak sejak dini unuk memiliki kemandirian diri. Kemandirian sangat penting menjadi bekal anak saat dewasa nanti, sehingga mereka dapat menghadapi permasalahan sendiri tanpa perlu lagi bergantung pada orang tua mereka.

Mengajarkan kemandirian diri pada anak bisa dimulai dari hal-hal sederhana seperti mengajarkan anak untuk membereskan tempat tidurnya setelah bangun tidur, mengajarkan merapikan mainan kembali selesai bermain, mengajarkan memilih pakaian sendiri, memberikan tanggung jawab untuk mencuci peralatan makan setelah digunakan, dan lain sebagainya.

Alangkah sangat baik juga bagi orang tua untuk dapat membantu anak-anak mengambil keputusan sendiri dalam hal-hal kecil. Hal ini dapat melatih anak lebih mandiri dan percaya diri. Selain itu orang tua harus memberikan contoh dan teladan kepada anak dalam hal kemandirian diri, dengan melihat contoh nyata dari orang-orang disekelilingnya terutama orang tua, kemandirian dapat lebih dapat tertanam di dalam diri setiap anak.

Terkadang orangtua sulit memberikan kepercayaan kepada anak, karena merasa usia anak masih kecil sehingga terlalu takut anak tidak mampu dan terluka yang mungkin saja itu tidak terjadi pada anak-anak. Maka itu, mulailah memberikan kepercayaan kepada anak, salah satu contoh nyata saat anak sudah bersekolah di TK, orangtua dapat mulai memberikan kepercayaan kepada anak misal membayar transaksi pembelian makanan saat di tempat makan, sambil orang tua tetap memantau dari jauh bagaimana anak mereka melakukannya. Ini dapat mengajarkan anak untuk mempunyai keberanian menghadapi orang lain, dan juga mengajarkan sistem pembayaran dan mata uang.

Yang terakhir, di dalam mengajarkan kemandirian diri pada anak tentu saja membutuhkan waktu dan proses yang tidak instan, maka sebagai orang tua perlu memiliki kesabaran dan tidak memaksa atau membebani anak. Lakukan dengan natural dan memberi dukungan pada anak untuk menyelesaikannya. Selain itu jangan lupa untuk memberikan kata-kata pujian atau terlebih lagi reward kepada anak yang berhasil melakukan tanggung jawab yang orang tua berikan.