WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!
Hi, how can I help?

Mengatasi Anak Yang Sulit Konsentrasi

Di jaman yang semakin berkembang, teknologi yang maju sehingga membuat segalanya instan ternyata dapat memberikan dampak buruk juga bagi generasi tunas yaitu generasi yang masih berusia sangat dini. Orang tua yang kurang mengerti dan menyadari dampak buruk dari hal tersebut menjadi tidak mawas terhadap pengaruhnya kepada anak-anak mereka. Sering kita temui, anak-anak usia dini sudah diperkenalkan dengan smartphone, diputarkan video kartun sehingga anak-anak dapat lebih tenang dan teralihkan fokusnya. Memang kelihatannya hal tersebut sangat menolong bagi orang tua, juga orang tua mengira anak dapat lebih cepat belajar, tetapi tanpa disadari jika diberikan secara berlebihan, maka dapat memberikan dampak negatif bagi setiap anak. Contohnya salah satu masalah yang saat ini sangat banyak kita temui pada anak-anak usia dini yaitu sulit berkonsentrasi, lambat berbicara, anak menjadi lebih individual, tidak mau bergerak atau beraktivitas karena lebih memilih melihat smartphones, dan lainnya.

Masalah anak yang kurang dapat fokus atau konsentrasi tentu saja selanjutnya dapat berdampak pada perkembangan akademik seperti kesulitan menangkap pelajaran di kelas. Biasanya ciri-ciri anak yang kurang bisa fokus atau berkonsentrasi yaitu ketika diajak berbicara tidak langsung menjawab, ketagihan dalam bermain dengan smartphones, tidak sanggup untuk duduk lama, mudah merasa gelisah, emosi tidak stabil (sering marah), dan lainnya.

Jika kita menemui ciri-ciri diatas segeralah mencari jalan penyelesaian agar tidak semakin sulit bagi kita orangtua untuk menolong anak dalam hal konsentrasi. Penyelesaian yang perlu dilakukan oleh orang tua adalah :

  • Konsultasikan dengan pakar yang mengerti.

Konsultasikan masalah ini kepada psikolog dengan membawa anak anda juga agar dapat dilihat langsung oleh psikolog apakah penyebab utama anak sulit berkonsentrasi. Jika sudah diketemukan penyebab utamanya, maka akan lebih mudah untuk menyembuhkan masalah konsentrasi pada anak. Tanyalah apa yang harus anda lakukan agar anak dapat belajar berkonsentrasi di dalam belajar.

  • Temani anak saat belajar dan beraktivitas

Orangtua yang terlalu sibuk dan tidak memberikan waktu untuk anak-anak mereka sangat membahayakan perkembangan anak. Walaupun orangtua bekerja, sediakanlah waktu untuk menemani anak belajar dan bermain. Investasikan waktu anda untuk perkembangan dan masa depan anak anda.

Hal yang perlu diperhatikan saat menemani anak belajar adalah jauhkan hal-hal yang dapat menarik perhatian anak saat belajar contohnya siapkan dimeja belajar hanya buku yang akan dipelajari, alat tulis dan kertas. Hindari meletakkan mainan ataupun menyalakan televisi pada saat anak sedang belajar, karena hal tersebut dapat menarik perhatian anak pada hal lain diluar belajar. Lakukan dengan sabar mengajari dan menargetkan berapa banyak soal yang perlu diselesaikan oleh anak. Sesuaikan target dengan kemampuan anak, jangan berlebihan namun juga orangtua harus belajar untuk tegas pada anak. Berikan jedah waktu ketika mengerjakan soal, misal setelah setengah jam belajar berikan waktu untuk minum, makan, ataupun bermain selama 15menit, kemudian dilanjutkan kembali untuk belajar.

  • Kurangi pemakaian smartphones pada anak.

Kurangi pemakaian smartphones, karena jika berlebihan dapat memberikan dampak negatif. Atur waktu bagi anak dapat bermain smartphones, misalnya hanya di hari Sabtu-Minggu dan pada jam tertentu. Jangan lupa untuk mendampingi anak saat bermain dengan smartphones, bukalah media video ato gambar-gambar yang sesuai dengan usia anak. Hindari mengajak anak mendengarkan musik, film, permainan yang diperuntukkan untuk orang dewasa.

  • Ajaklah anak untuk berolahraga ataupun melakukan aktivitas diluar rumah.

Mengajak anak untuk bermain diluar seperti bermain di taman, bersepeda keliling lingkungan rumah, bermain bola di halaman rumah. Aktivitas fisik dapat memicu aliran darah pada anak lebih lancar dan melatih konsentrasi anak lewat setiap aktivitas fisik. Jika kita perhatikan, pada masa tahun 1960-1980an jarang ditemukan masalah anak sulit berkonsentrasi, namun sejak teknologi semakin berkembang di tahun 1990-2000an lebih banyak ditemukan masalah anak sulit berkonsentrasi ini. Mengapa? Mungkin salah satu penyebabnya anak tidak lagi banyak melakukan aktivitas diluar rumah dan bergaul dengan anak-anak lainnya, melainkan lebih sering beraktivitas di dalam rumah dengan teknologi canggih disekelilingnya.

  • Beri penghargaan pada anak

Berilah penghargaan pada anak atas apa yang telah berhasil anak lakukan. Lewat hal-hal kecil contohnya anak berhasil menyelesaikan tugas mereka, anak mau patuh pada orangtua, membantu orangtua ketika membersihkan rumah, dan lainnya. Berikan kata-kata positif pada anak-anak seperti “anak hebat”, “pintar”, “good job”, “mama papa bangga sama kamu”, “ayo kamu pasti bisa” dan lainnya.

Orangtua perlu menyadari bahwa perannya sangat penting untuk perkembangan anak. Apakah anak berhasil kelak, menjadi seperti apa kelak bergantung dari didikan orangtua. Perlu dingat bahwa jadi seperti apa anak itu kedepannya menggambarkan seperti apa orang tuanya setiap hari. Karena anak belajar dari orang-orang terdekatnya yaitu orangtua.