WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!
Hi, how can I help?

Role Play Sebagai Ajang Pembelajaran Siswa

Role Play atau bermain peran merupakan salah satu cara agar para siswa dapat bermain menggunakan imajinasi mereka dalam memerankan berbagai watak atau peranan berdasarkan pengalaman yang mereka pernah alami. Contohnya ketika mereka melihat orang dewasa melakukan aktivitas atau pekerjaannya, juga dapat melalui pengalaman pribadi mereka sebagai anak ataupun murid di kelas.

Dalam Role Play para siswa dapat mempelajari banyak hal yaitu

  • mengembangkan kemahiran anak dalam berbicara sesuai dengan karakter dan peran yang diperankan. Dengan bermain Role Play kosakata atau perbendaharaan kata anak bertambah.
  • melatih dan meningkatkan komunikasi anak dengan orang lain, bagaimana cara anak menjawab pertanyaan didalam permainan, mencari jalan keluar permasalahan yang muncul dari permainan yang ada.
  • mengembangkan emosi yang dimiliki anak, misalkan dalam permainan peran sebagai pasien yang sakit bagaimana mengekspresikan rasa sakit dan sehat. Anak-anak dapat mempelajari berbagai emosi yang ada seperti ekspresi yang akan dikeluarkan ketika sedih, senang, terkejut, takut, kecewa, dan lainnya.
  • mengetahui dimana bakat dan minat anak, sehingga dapat dikembangkan lebih lanjut. Peran yang paling banyak dimainkan oleh anak bisa menjadi kemungkinan merupakan minat anak itu.
  • berimajinasi melalui watak yang diperankan, membuat suatu jalan cerita di dalam permainan peran ini.
  • melatih rasa empati dan mengenal fungsi dari setiap peran, sehingga dapat belajar lebih menghormati setiap tokoh atau pekerjaan yang ada.

Mengetahui manfaat dari Role Play ini, guru-guru PG-TK CMC School mengajak para siswa untuk bermain permainan ini di kelas. Para siswa-siswi PG belajar memainkan peran seorang penyanyi (Singer). Dengan menggunakan alat yang ada yaitu mic, para siswa bernyanyi seperti seorang penyanyi.

Lalu di kelas TK para siswa memainkan peran seorang penjahit (Tailor). Menggunakan tali meteran yang sudah disiapkan oleh guru, para siswa mengukur lebar bahu teman sekelasnya dan panjang baju yang dipakai teman-teman sekelas.

Guru-guru memberikan penjelasan tentang pekerjaan yang dimainkan oleh para siswa sehingga mereka dapat lebih mengerti dan memahami tugas dari peran yang dimainkan.