WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!
Hi, how can I help?

Category: Articles

Efek membanding-bandingkan anak dengan yang lain

Di masa anak-anak melakukan hal yang berulah kemudian menangis sangat

sering dilakukan. Hal ini harus Anda maklumi jika anak bermain, hingga terjatuh. Namun apabila jika anak mungkin memukul atau melakukan hal yang kurang baik kepada temannya, Anda harus menasehatinya. Namun jangan sampai di tengah nasehat tersebut, Anda membandingkan buah hati Anda dengan anak orang lain. Hal itu tentulah akan berdampak bagi anak Anda.

Setiap manusia pasti ada sisi suka membandingkan sesuatu tidak hanya ketika menasehati anak. Hal ini sebenarnya memiliki kebenaran bahwa cara kerja pikiran manusia ini digunakan untuk bisa mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk. Namun jika orangtua menggunakan perbandingan dalam membandingkan anak dengan yang lain maka hanya beberapa anak yang akan mendengarnya namun sebagian anak ada yang tidak dapat merespon hal itu dengan baik.

Ada beberapa hal yang buruk jika Anda terbiasa membandingkan anak dengan anak orang lain:

  1. Anak akan cenderung ragu dengan diri sendiri

Anak akan merasa dirinya adalah pribadi yang tidak unggul dengan yang lain. Mungkin cara membandingkan anak dengan yang lain bisa digunakan namun jangan lupa untuk menambah kata-kata positif setelahnya atau membantunya untuk menjadi lebih baik. Semisal contoh Anda membandingkan anak kedua dengan yang pertama dengan nilai, seperti ini “Lihat kakak perempuanmu, bisa mengerjakan soal Fisika dengan benar, apa kamu merasa kesulitan dalam mengerjakannya? Mungkin bisa meminta bantuan kakak untuk membantumu menjelaskan soal yang tidak kamu mengerti.”

  1. Berpikir negatif

Anak bisa saja memiliki pikiran yang negatif dan merasa dirinya tidak mampu melakukan apapun. Dalam beberapa kasus di Indonesia bahkan ada anak yang ingin melakukan bunuh diri dikarenakan merasa menjadi beban keluarga dan tidak punya talenta apapun.

  1. Hubungan yang semakin jauh antara anak dan orangtua

Dengan membanding-bandingkan anak dengan yang lain, maka anak akan merasa tidak diperhatikan. Anak merasa tidak akan pernah didukung oleh orangtua sekalipun mungkin orangtua tidak melakukan hal yang dipikirkan oleh anak.  Bahkan dalam beberapa hal anak bisa menjadi memiliki kepribadian yang suka marah karena emosi yang tidak stabil. Seharusnya di dalam keluarga selalu adanya keharmonisan dan hubungan yang bai kantar anggota keluarga.

Tips Membangun Kepercayaan Anak

Menjaga kepercayaan seseorang tidaklah gampang. Jika hancur, maka akan susah untuk mengembalikan kepercayaan dari awal. Mungkin orangtua juga pernah mengalami hal ini kepada anak sehingga buah hati merasa tidak percaya kepada kedua orangtuanya.
Berikut adalah cara untuk membangun kembali kepercayaan anak kepada orangtua:

1. Tidak langsung menghakimi


Pada dasarnya anak memiliki keadaan emosi yang kurang stabil di masa kecil hingga remaja. Sehingga anak terkadang tidak memikirkan konsekuensinya setelah melakukan sesuatu. Sangat memungkinkan jika anak terkadang menyalahkan orang lain atau bahkan bisa dirinya sendiri jika melakukan sebuah kesalahan. Mungkin saat itu anak tidak ingin membuat Anda sebagai orangtua menjadi sedih namun mungkin ia hanya ingin mencoba hal baru dan merasakan yang namanya kesenangan di masa remaja. Oleh sebab itu Anda bisa menanyakan alasan anak berbuat hal tersebut dan jangan sampai kemarahan Anda meluap serta akhirnya tidak mau mendengarkan hati anak.
2. Memahami hati anak


Untuk membangun kepercayaan seorang anak, Anda harus perlu memahami apa yang dimaksud oleh anak. Sekalipun mungkin Anda kecewa dengan yang dilakukan oleh anak, namun ia memiliki perasaan yang ingin didengarkan. Dengan belajar memahami hati anak, maka anak akan belajar mengintropeksi dirinya dan tidak menganggap orangtuanya adalah musuhnya.
3. Mengendalikan amarah Anda
Apa yang dilakukan oleh orangtua pasti akan ditiru oleh anak. Jika Anda menghadapi anak yang melakukan masalah, maka ia akan menyelesaikan masalah dengan cara yang sama. Jangan menggunakan emosi terlebih dahulu untuk menghadapi anak. Berikan kesempatan kepada anak untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
4. Kesempatan memperbaiki
Sekalipun orangtua kecewa dengan tindakan anak, namun Anda harus percaya bahwa anak dapat berubah dan memperbaiki menjadi lebih baik kembali. Anda dapat membimbing dan memberinya nasehat untuk tidak mengulang kesalahan yang sama. Anda juga dapat menjelaskan konsekuensi yang didapat anak jika melakukan kesalahan tersebut. Anda juga dapat berbicara secara jujur apa yang membuat kalian sedih atau marah dengan baik-baik dari pada menyembunyikan.

Bahan Alami Menyembuhkan Gusi Yang Sakit

Gusi mengalami sakit dikarenakan infeksi dapat menyebabkan rusaknya jaringan di dalam rongga-rongga mulut dan tulang yang menyangga gigi. Hal ini bisa disebabkan karena kurang rajinnya menyikat gigi dan membuat plak menumpuk. Dokter gigi biasanya akan memberikan obat infeksi untuk mematikan bakteri penyebab sakit gusi tersebut. Selain pengobatan dokter gigi ternyata ada obat alami yang memiliki fungsi untuk mengurangi rasa sakit pada gusi. Berikut ini adalah bahan-bahan alami yang dapat membantu penyembuhan pada gusi:

  1. Teh hijau

Teh hijau adalah minuman yang memiliki banyak antioksidan di dalamnya. Menurut penelitian di Jepang, teh hijau memiliki manfaat menjadi obat bagi penyembuhan gusi yang sakit. Dengan meminum teh hijau, khasiat yang akan dirasakan adalah kurangnya pendarahan di gusi. Anda dapat mengonsumsinya untuk membantu permasalahan yang terjadi pada gusi.

  1. Minyak kelapa

Minyak kelapa dipercaya bisa membantu mengurangi rasa sakit pada gusi dikarenakan minyak kelapa memiliki kandungan antimikroba dan antiradang. Dikarenakan kandungan inilah, orang-orang percaya bahwa minyak kelapa memiliki manfaat yang baik untuk gusi yang terinfeksi.

 

  1. Garam Himalaya

Garam Himalaya adalah garam yang disarankan untuk membuat gusi menjadi lebih baik. Anda dapat menggunakan air tawar dan campurkan garam Himalaya, lalu kumur kurang lebih 4 hingga 5 menit. Bahan ini sangat efektif untuk infeksi gusi yang bahkan sudah parah.

  1. Lidah Buaya

Lidah buaya juga dipercaya untuk kesehatan pada gigi dan gusi. India adalah salah satu negara yang dimana mempelajari kegunaannya. India melakukan uji coba dengan menggunakan pasta gigi, krim dan beberapa bahan pembersih mulut yang mengandung lidah buaya. Hasil akhir dari penelitian ini adalah ternyata hal ini membuat gusi yang buruk menjadi baik dan tidak meradang. Dengan menggunakan 100 mg lidah buaya setiap harinya, akan membantu Anda untuk menyembuhkan infeksi gusi.

 

Lebih dari pada itu perlu diingat kembali untuk menjaga kesehatan mulut dan gigi. Melakukan pencegahan akan jauh lebih menguntungkan dari pada melakukan penyembuhan.

Menggali Potensi Anak dan Menemani Anak Menjadi Sukses Sejak Dini

Pada keadaan pandemi sekarang, orang tua memiliki kesempatan untuk membangun relasi yang lebih dekat dengan anak selama di rumah. Kegiatan belajar online dari rumah dapat membuat orang tua terjun langsung melakukan kegiatan belajar bersama sang buah hati. Mulai dari berdiskusi bersama, membantu tugas sang anak, hingga beralih peran menjadi guru bagi anak. Hal ini dapat memberikan kesempatan kepada orang tua untuk lebih mengenali minat dan bakat anak pada jenis pelajaran tertentu.

Mengetahui potensi yang dimiliki anak merupakan hal yang penting bagi orang tua. Melalui identifikasi minat, bakat, dan kemampuan, anak dapat berkembang secara optimal sesuai kapasitas anak. Menggali dan mengenali potensi anak juga penting bagi orang tua, sebab kecerdasan anak tidak hanya diukur berdasarkan nilai IQ (inteligensi) saja, namun minat dan bakat juga menjadi salah satu dasar untuk mengantarkan anak pada prestasi yang membanggakan. Setelah mengetahui hal ini, muncullah pertanyaan, bagaimanakah cara mengetahui potensi yang dimiliki sang anak?

  1. Memahami cara Belajar Anak

 

Setiap anak mempunyai cara belajar yang beragam. Contohnya, ada anak yang lebih senang dibacakan materi atau mendengarkan, ada anak yang lebih suka membaca, ada pula anak yang lebih senang belajar melalui praktik langsung. Cara belajar ini penting diketahui orang tua untuk diterapkan di rumah agar anak dapat mengembangkan diri serta mendapatkan prestasi yang optimal.

  1. Mengidentifikasi Kecerdasan Anak

Mengidentifikasi kecerdasan anak bertujuan untuk mengasah kemampuan utama anak. Untuk mengidentifikasi hal tersebut dapat dilakukan dengan menemani sang buah hati dalam melakukan kegiatan keseharian anak. Mulailah dengan kegiatan yang disukai anak ataupun kegiatan yang memiliki potensi bagi anak untuk berkembang. Kemudian mengarahkan kegiatan ataupun potensi tersebut menjadi prestasi yang unggul bagi sang anak.

  1. Mengembangkan Potensi Anak

Cara ketiga ini adalah langkah yang dapat diambil setelah orang tua berhasil mengidentifikasi kecerdasan anak ataupun mengetahui keunggulan sang buah hati. Orang tau dapat mengarahkan potensi anak untuk meraih prestasi. Tentunya dalam proses yang dirancang dan perlu dilalui tersebut, sang anak menyukai hal tersebut, melalui hal ini dapat dipahami betapa pentingnya peran orang tua dalam memotivasi anak agar selalu semangat mengasah potensi yang dimiliki anak.

 

Cara sederhana ialah dengan memberikan materi online yang dapat dengan mudah dapat diakses oleh orang tua untuk sang buah hati. Hal ini tentunya perlu dilakukan perencanaan dan ketekunan untuk berinisiatif dalam mempersiapkan ma

Manfaat Anak Membersihkan Rumah

Membantu orangtua seperti memasak, membersihkan rumah dan lain sebagainya adalah sebuah tanggung jawab dari orangtua. Akan tetapi tidak semuanya harus Anda semua yang mengerjakan bahkan di sela-sela pekerjaan. Anda dapat membayar asisten atau pembantu rumah tangga untuk meringankan beban Anda. Di dalam hal ini, Anda dapat membuat anak juga belajar membersihkan rumah semenjak dia kecil. Hal ini dipercaya bahwa ini juga bermanfaat untuk perkembangannya hingga dewasa. Berikut manfaat yang di dapat oleh anak ketika membersihkan rumah:

 

  1. Membuat keterampilan anak meningkat

Kegiatan seperti menyapu atau membantu mengepel akan membantu ketrampilan motorik dikarenakan anak akan dibuat banyak bergerak. Anak juga akan belajar bahwa menjaga kebersihan sangatlah penting untuk anak. Di saat anak mengerjakan pekerjaan rumah, Anda dapat memberitahu anak tentang manfaat ketika rumah menjadi bersih dan rapi.

  1. Mengajarkan anak mandiri

Ketika anak membersihkan rumah maka anak akan belajar untuk mandiri dan bisa menyiapkan semuanya sendiri. Hal lainnya anak akan belajar untuk tidak bergantung kepada orang lain. Seperti contoh belajar memasak dan menyiapkan makanannya di rumah untuk keluarga.

  1. Meningkatkan hubungan dengan anggota keluarga lain

Kesibukan orangtua terkadang membuat hubungannya dengan anak menjadi longgar dan jauh. Anda dapat mengajak anak-anak untuk membersihkan rumah agar anak-anak dan Anda juga dapat menjalin hubungan yang lebih dalam dan mempereratnya. Dengan moment kebersamaan ini, Anda dapat berbicara dan mgajaknya bercanda di sela-sela mengerjakan pekerjaan rumah. Tidak hanya dekat dengan kedua orangtua, anak juga dapat semakin dekat dengan kakak atau adiknya.

 

Membuat anak mengerjakan pekerjaan rumah dapat membantu pekerjaan rumah Anda dan di dalam membersihkan rumah ini, Anda harus tetap memperhatikan apa yang dilakukan anak agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Seperti contoh harus berhati-hati ketika mengepel lantai agar tidak terjatuh atau ketika membersihkan alat-alat makanan agar tidak melukai jari anak Anda. Untuk anak di usia 3-4 tahun anak bisa diajarkan untuk dapat membereskan mainannya sedangkan untuk anak usia 8 tahun, Anda dapat mengajarinya untuk memasak di dapur.